Home »
Archives for September 2013


Saya dan teman-teman kantor pergi ke Plaza Indonesia untuk makan siang di Spice Garden. Food court ini cukup penuh tapi beruntung kami dapat meja. Saya lalu pergi membeli makan sementara dua teman saya menunggu meja. Sambil antri untuk pesan sup buntut, saya memperhatikan banyak wanita-wanita cantik yang sedang makan siang. Sang pelayan menanyakan saya mau pesan apa, saya jawab, "Sup buntut tapi jangan banyak tulang ya".
Setelah mendapat pesanan saya, saya masih harus antri lagi untuk membayar. Di sebelah kiri saya ada seorang wanita yang ikut antri untuk membayar. Awalnya saya tidak memperhatikannya karena sedang sibuk membalas SMS. Tiba-tiba nampan piring saya tersenggol dengan keras dan wanita sebelah saya menoleh ke arah saya.
"Aduh maaf Pak tidak sengaja"
"Tidak apa-apa," jawab saya sambil tersenyum. Saya perhatikan wajahnya ternyata cantik juga.
"Pesan sup buntut juga?" kata saya untuk memancing pembicaraan.
"Iya, sudah bosan makan yang lain" sahutnya.
"Saya Arthur"
"Halo, nama saya Siska (bukan nama asli)" jawabnya.
Antrian membayar di kasir berjalan dengan pelan, saya memakai kesempatan ini untuk ngobrol dengan Siska. Orangnya ramah dan periang. Tingginya sekitar 165 cm, dadanya lumayan besar dan pantatnya terlihat bulat dan indah dibalik rok yang dikenakan. Saya memperhatikan lebih seksama, ternyata wajahnya mirip Tessa Kaunang. Setelah membayar makanan, kami bertukar kartu nama, lalu saya menghampiri teman-teman saya yang sudah menunggu dengan wajah bete.
"Pantesan saja lama, keasyikan kenalan dengan cewek," ujar teman saya dengan sewot.
Jum'at Sore
Hari Jum'at sore, saya agak santai di kantor. Semua tugas sudah selesai dan tinggal diserahkan ke boss. Sambil menunggu jam 5 sore, saya teringat kembali ke wanita yang kenalan di Plaza Indonesia dua hari yang lalu. Siapa ya namanya? Saya bertanya dalam hati. Saya cari kartu namanya di dalam dompetku, untung ada! Lalu saya telepon nomor kantornya, setelah menunggu sejenak akhirnya ada yang mengangkat.
"Selamat sore, dengan Siska"
"Halo Siska, ini Arhur. Masih ingat nggak?"
"Ingat dong, kirain kamu sudah lupa dengan saya, nggak nelepon sama sekali"
"Maaf, habisan ada project yang due hari ini, jadi sibuk sekali. Ngomong-ngomong, mengganggu nggak saya telepon sekarang?"
"Oh tidak sama sekali, lagi nyantai nih. Kan sudah mau weekend"
"Ada acara apa hari Sabtu besok? Mau nonton nggak?" saya menawarkan.
"Besok pagi sampai siang, saya ada acara kawinan saudara. Pengennya sih besok sore mau fitness dan berenang, sudah seminggu saya nggak olah raga. Olah raga aja yuk, mau nggak?" kata Siska.
"Boleh juga, dimana dan jam berapa?"
"Di aparteman saya aja di **** jam 4 sore ya"
"OK, besok sore saya kesana"
Kami lalu bertukar nomor handphone lalu mengakhiri pembicaran ditelepon.
Sabtu Sore
Jam 15:45 saya tiba di gerbang kompleks aparteman Siska. Apartemannya sangat mewah sehingga keamanan cukup ketat. Petugas satpam dengan ramah menanyakan saya mau kemana, saya jawab ke aparteman Siska unit *** di tower ***. Satpam mengkonfirmasi nama Siska dan saya diijinkan masuk.
Di lobby kembali saya ditanya satpam mau ke lantai berapa lalu saya diijinkan untuk masuk ke lift. Dalam hati saya terkagum-kagum dengan system keamanan yang ekstra ketat, saya bayangkan pasti banyak konglomerat atau ekspatriat yang tinggal di sini.
Akhirnya saya sampai depan unit Siska. Saya tekan bel dan menunggu lalu pintu terbuka. Siska tersenyum dengan lebar dan mempersilakan saya masuk.
"Halo, susah nggak kemari?"
"Oh tidak, saya sering kok ke daerah sini, makanya bisa langsung tahu aparteman kamu dimana"
Sore itu Siska mengenakan celana pendek selutut yang longgar dengan kaos longgar bertuliskan Bali. Rambutnya yang pendek nampak sedikit acak-acakan.
"Sorry ya, saya baru bangun 30 menit yang lalu. Abisan capek banget dari pulang kawinan saudara"
"Nggak apa-apa, kamu kelihatan cantik kok" sahut saya.
"Macak cih?" goda Siska sambil menuangkan air es kepada saya.
"Aparteman kamu besar sekali, ada berapa kamar?" tanya saya.
"Ada dua kamar. Dulu saya tinggal dengan Adik saya. Sekarang Adik saya kuliah di Australia, lalu kamarnya saya pakai untuk ruang kerja saya," jawab Siska sambil menunjuk ke kamar yang pintunya terbuka.
Saya mengintip ke dalam kamar itu dan terlihat meja dan peralatan untuk menggambar, komputer dan printer dan beberapa gambar hasil karya Siska yang ditempel di dinding. Di dinding digantung foto keluarga Siska; kedua orang tuanya, satu Adik perempuan dan Kakak laki-laki. Saya langsung mengenali Ayah Siska yaitu seorang direktur utama di sebuah bank swasta.
"Saya ganti baju dulu ya, silakan lihat-lihat," kata Siska.
"Oke"
Saya melihat-lihat gambar interior design yang dibuat oleh Siska. Setelah puas, saya keluar dari kamar kerja Siska dan kembali ke ruang tamu. Kamar kerja Siska bersebelahan dengan kamar tidur Siska. Saat melewati kamar Siska, pintu kamarnya terbuka sedikit dan saya bisa melihat si Siska sedang berdiri depan lemari sambil memakai bicycle pant warna hitam. Dadanya yang polos sedang ia lap dengan handuk kecil. Terlihat payudaranya yang putih dan besar dengan puting berwarna pink. Kontan saya langsung ereksi melihat pemandangan indah ini. Siska lalu meraih baju senamnya berwarna merah menyala dan mengenakannya. Saya langsung bergegas menjauh dari pintu supaya tidak ketahuan ngintip.
Lima menit kemudian Siska keluar dari kamar sambil menenteng tas olah raga. Siska mengenakan baju senam yang mirip dengan baju untuk berenang dan dibagian bawah ia memakai bicycle pant warna hitam. Samar-samar terlihat bayangan putingnya dibalik baju senamnya yang ketat.
"Kamu bawa celana berenang kan?" tanya Siska.
"Bawa dong, yuk kita pergi" jawab saya.
Kami turun ke basement dan berjalan keluar menyusuri taman yang luas. Kolam renangnya cukup besar, tampak beberapa orang dewasa sedang berenang dan anak-anak dengan suara riang sedang bermain di kolam renang yang kecil. Kami masuk ketempat fitness yang cukup modern dan lengkap, tidak kalah dengan tempat saya fitness.
10 menit kemudian kami mulai fitness, diawali dengan pemanasan di treadmill selama 30 menit. Sekali-sekali saya melirik ke arah dada Siska yang menggoyang-goyang mengikuti irama larinya. Saya berusaha untuk tidak berpikiran kotor agar tidak ereksi karena bisa terlihat jelas dibalik celana fitness saya yang longgar. Selesai treadmill, saya mulai dengan angkat beban. Siska memulai dengan leg-curl, diikuti sit-up, bench-press dan dumbell.
Setiap gerakan Siska terlihat sangat erotis. Nafasnya yang tersengal-sengal setiap kali mengangkat dumbel dan keringatnya yang menetes di dahi hingga membasahi dada sampai ke pantat. Baju senamnya yang lembab dan ketat membuat lekuk-lekuk tubuhnya terlihat semakin jelas. It's so beautiful. Saya tetap berusaha untuk menahan pikiran saya karena saya tahu pasti akan langsung ereksi. Selesai angkat beban, Siska mengajak saya berenang. Saya mengiyakan dan pergi ke locker untuk ganti baju.
Setelah ganti baju, saya keluar dari locker dan menunggu Siska dipinggir kolam renang. Pikiran saya tiba-tiba kembali ke saat melihat Siska ganti baju, tiba-tiba kontol saya langsung berdiri tegak dan terlihat menggelembung dibalik celana renang speedo saya yang ketat. Oh shit, untung sudah jam 17:45 sehingga suasana sudah agak remang-remang dan sudah tidak banyak orang yang berenang jadi tidak ada yang memperhatikan ada yang sedang ereksi, hehehe. Belum reda ereksi saya, Siska tiba-tiba mencolek dari belakang.
"Sorry, lama ya nunggu"
"Oh tidak kok," jawab saya.
Mata Siska langsung tertuju ke kontol saya yang masih ereksi dan saya melihat mukanya sedikit memerah tapi ia diam saja. Saya memperhatikan tubuh Siska yang sempurna terbalut baju renang yang ketat. Pantatnya yang bulat terlihat begitu indah ditambah dengan payudaranya yang saya yakin pasti berukuran 36B. Baju berenangnya yang sempit terlihat tidak bisa menahan payudara Siska yang besar itu. Kami lalu berjalan ke tepi kolam lalu mulai berenang. Kami berenang kira-kira 20 lap tanpa henti lalu istirahat dipinggir kolam.
"Kuat juga ya kamu" puji saya ke Siska.
"Biasa aja kok, mungkin karena saya rutin fitness dan berenang" jawab Siska.
Kami ngobrol-ngobrol sebentar dan kembali berenang 10 lap lalu kembali ke locker. Sebelum berjalan ke locker, Siska berpesan untuk mandi di kamar saja jangan ditempat fitness. Saya lalu hanya mengenakan kaos dan celana fitness untuk menutupi celana renang saya yang basah, sedangkan Siska masih mengenakan baju berenang mengenakan kaos putih dan menutupi kakinya dengan kain batik yang dililit dipinggangnya. Tiba di unit Siska, Siska masuk ke kamarnya, tak lama ia keluar hanya mengenakan baju berenang sambil menenteng handuk.
"Kamu mandi duluan ya, di kamar saya saja" kata Siska.
"Kamu aja duluan, kamu nggak kedinginan?" jawab saya.
"Buka dulu deh kaos dan celana kamu biar saya keringkan di drying machine. Kamu nggak bawa baju ganti kan?" kata Siska sambil menyodorkan handuk.
Saya meraih handuk dari Siska dan Siska menarik tangan saya untuk masuk ke kamar. Kamar Siska rapih dan bersih.
"Sini kaos dan celana kamu biar saya keringkan," kata Siska.
Saya membuka kaos dan celana fitness sambil melirik ke arah Siska, kontol saya tanpa dikomando langsung berdiri setegak-tegaknya dibalik celana renang speedo. Sialnya, ujung kepala kontol saya menyembul sedikit keluar. Pikiran saya antara tengsin dan cuek. Siska langsung tertegun dan mukanya kembali memerah. Saya perhatikan putingnya perlahan-lahan mengeras dan menyembul dibalik baju renangnya.
"Besar amat Arthur" kata Siska dengan suara sedikit berbisik.
Saya mendekati Siska dengan perlahan dan tanpa disadari Siska mengulurkan tangannya dan meraba kontolku. Untuk beberapa saat saya membiarkan ia mengelus kontol saya, lalu saya mengelus pipi Siska dan menciumnya dengan lembut. Siska membalas mencium bibir saya dan kita saling berpagutan. Tangan Siska semakin agresif meremas kontol saya dan saya mulai meremas pantat Siska, terasa kenyal dan padat. Siska lalu melepaskan ciumannya dan mulai mencium leher saya, turun ke dada dan menjilat dada saya yang bidang. Kedua putting saya dijilat dan dihisap lalu Siska turun ke perut saya.
"Saya horny banget melihat cowok yang punya otot perut dan dada yang bidang dan tentu saja kontol yang besar" kata Siska sambil melirik ke arah saya dengan senyum yang menawan.
Siska menjilat otot-otot perut saya sementara tangannya menurunkan celana berenang saya. Kontol saya yang sudah tegang langsung loncat keluar di depan muka Siska. Siska memandangnya sejenak dan mulai menjilat kepala kontol saya lalu menjilat kedua buah biji saya dan mulai mengulum kontol saya. Oh my goodness, it feels so damn good. Kelihatannya dia mahir dalam mempermainkan lidahnya saat mengulum kontol saya. Semakin keras saya mengerang kenikmatan, semakin keras Siska menyedot kontol saya. Tak lama kemudian peju saya langsung muncrat keluar di dalam mulut Siska. Siska menelan semua peju saya tanpa sisa.
"Gila, enak banget Siska. Terus terang baru sekali ini saya dihisap seenak itu" puji saya.
"Itu belum seberapa" goda Siska.
Dengan gemas, saya menggendong Siska lalu merebahkannya ditempat tidur. Saya kembali cium bibir Siska. Puas french-kiss, saya turun ke dada Siska dan menjilat puting Siska dari balik baju berenangnya. Nafas Siska terdengar memburu menahan nafsu. Saya raih ikatan baju berenang dan membukanya lalu menurunkannya sampai keperut. Buah dada Siska yang besar langsung saya terkam dan hisap putingnya.
"Ohh.. Yes Arthur, enak banget, terus sayang" desah Siska
Saya tarik kebawah baju berenang Siska sampai ke kaki. Terlihat vagina Siska dengan bulu kemaluan yang dicukur rapih dan disisakan sedikit di atas vaginanya. Saya mengelus-elus pangkal paha Siska dan daerah selangkangannya.
"Lick me Arthur, lick me!!" kata Siska dengan tidak sabar
Tanpa diperintah dua kali, saya langsung berlutut dipinggir tempat tidur dan langsung melahap vagina Siska, saya buka bibir vaginanya dan menghipap klitorisnya yang rasanya sedikit asin dan tercium sedikit sisa air kolam renang. Siska menjerit dengan nikmat setiap kali saya gigit klitorisnya dan menjilat seluruh dinding vaginanya. Tidak luput dari jilatan saya adalah daerah anusnya. Seluruh tubuh Siska memang putih bersih bahkan sampai daerah anusnya.
Saya sering melihat daerah vagina dan daerah anus wanita yang warna hitam atau coklat tua dan saya bisa langsung hilang nafsu saya. Tapi Siska terlihat putih bersih dan menggairahkan. Siska semakin menggelinjang saat saya jilat anusnya. Ia lalu melepaskan dirinya dari peganganku lalu berlutut ditempat tidur kemudian mencium bibir saya. Saya angkat Siska dan Siska langsung mengalungkan kedua kakinya dipinggangku sehingga kontolku bisa dengan mudah melesak masuk ke dalam vagina Siska.
"Aahh Arthur, enak sekali sayang, fuck me.. Fuck me now" seru Siska
Sambil berciuman, Siska mengayunkan pantatnya naik turun. Semakin keras Siska mengayun, semakin keras kontol saya masuk ke dalam vagina Siska. Gairah saya semakin naik dan dengan gemas saya cium bibir Siska. Tangan Siska tetap merangkul di pundak saya agar tidak terjatuh dan saya menahan tubuh Siska dengan merangkul pinggangnya. Siska is really wild! Saya lalu mendekati dinding dan menyandarkan Siska didinding tapi masih dalam posisi menggendong dirinya lalu giliran saya yang bisa menggenjot Siska. Saya ayunkan pantat saya dengan keras ke tubuh Siska sehingga kontol saya menghujam lebih dalam ke vaginanya.
"Aarggh.. Harder! harder!" seru Siska
Saya menggenjot lebih keras. Semakin keras saya masukkan kontol ke dalam vagina Siska, semakin keras Siska menjerit diiringi bunyi tubuh Siska yang beradu kedinding. Siska lalu turun dari gendonganku, tanpa melepaskan kontol saya dari vaginanya, ia memutar badannya dan bersandar pada sandaran kursi meja riasnya. Kembali saya genjot Siska dengan penuh nafsu sambi meremas-remas payudaranya. Saya melihat ekspresi wajah Siska dari kaca di meja rias yang kelihatannya sungguh menikmati ML ini.
10 menit dalam posisi ini, Siska mengeluarkan kontol saya dan mendorong saya ketempat tidur. Saya tidur terlentang dan Siska jongkok di atas pinggang saya dan perlahan-lahan ia masukkan kontol saya dan kembali bertempur. Dengan enerjik ia menaikkan turunkan pantatnya sambil memutar-mutarnya. Keringat turun di atas dahi, dada dan selangkangannya. Siska memegang tangan saya agar dia tidak jatuh.
Siska menghentikan sebentar gerakannya lalu ia menjatuhkan badannya kesamping dan meminta saya untuk mengentot dari belakangnya. Siska rebahan ditempat tidur dan saya mengambil bantal dan menyelipkannya di bawah pinggul Siska sehingga pantatnya menjadi tinggi. Saya berlutut dibelakang Siska dan menjilat anusnya. Lalu saya masukkan jari telunjuk saya ke dalam anus Siska dan saya menjilat vagina Siska. Siska meronta-ronta kegelian dan menggelinjang. Lalu saya arahkan kontol saya ke anus Siska, tetapi Siska cepat-cepat menutupi anusnya dengan tangannya dan berkata.
"Jangan sayang, saya nggak mau disodomi".
Saya tersenyum dan saya masukkan kembali kontolku ke dalam vaginanya. Saya raih pantat Siska dan saya tekan kontol saya dengan kuat ke vaginanya. Siska berseru-seru dengan nikmat, tangannya menggapai ke ukiran kayu diujung tempat tidur dan mencengkeramnya. Payudaranya yang besar terlihat bergoyang kiri kanan. Saya terus memompa vagina Siska dengan kuat dan Siska memperketat pahanya sehingga kontol saya terasa semakin keras digenggam di dalam vaginanya.
Siska tiba-tiba berhenti dan berkata, "Sayang, jarinya masukin lagi dong ke anus. Tapi saya tetap tidak mau disodomi".
Saya tersenyum dalam hati, this girl is very wild. Saya genjot vagina Siska dan memasukkan jari telunjuk saya ke anusnya. Siska menggeliat dengan keras sambil menjerit kenikmatan. Kontol saya rasanya seperti dipijit-pijit di dalam vagina Siska. Menambah sensasi yang sangat nikmat. Selama 20 menit saya genjot vagian Siska dan mengocok anusnya dengan jari saya dan saya mulai klimaks.
"Saya mau keluar sayang"
"Iya, saya juga"
Saya lalu melenguh dengan keras saat peju saya keluar dalam vagina Siska yang hangat. Tubuh Siska mengejang dan Siska juga turut melenguh dengan nikmat kemudian ia menjatuhkan dirinya. Saya mencabut kontolku dari vaginanya lalu rebahan disamping Siska. Siska naik ke dada saya dan menindih tubuhku. Kita berdua berpelukan dengan lemas. Keringat ditubuh kita bercampur jadi satu. Saya melirik ke jam, ternyata sudah 1.5 jam kita bersetubuh. Benar juga kata orang, apabila perempuan sering berenang maka daya seksnya juga kuat. Terbukti juga ucapan itu.
Setelah istirahat, kami berdua mandi dan kembali bersetubuh malam itu hingga 3 kali. Malam itu saya nginap dirumah Siska. Hari minggu kami kembali bersetubuh dan di sore hari saya baru pulang ke rumah.
More about →
kawen dan fitnes


aku dan teman adikku"
Pertama kali aku mengenal hubungan sexual yang sebenarnya terjadi pada saat adik perempuanku memperkenalkan kepadaku seorang teman wanitanya. Sejak pertama kali aku melihat, memang aku sangat tertarik pada wanita ini, sebut saja namanya Nuke. Suatu saat Nuke datang ke rumahku untuk bertemu dengan adikku yang kebetulan tidak berada di rumah. Karena sudah akrab dengan keluargaku, meskipun di rumah aku sedang seorang diri, kupersilakan Nuke masuk dan menunggu.
-----
Tapi tiba-tiba ada pikiran nakal di otakku untuk nekat mendekati Nuke, meskipun rasanya sangat tidak mungkin. Setelah berbasa-basi seperlunya, kutawarkan dia untuk kuputarkan Blue Film. Mulanya dia menolak karena malu, tapi penolakannya kupikir hanya basa-basi saja. Dengan sedikit ketakutan akan datangnya orang lain ke rumahku, aku putarkan sebuah blue film, lalu kutinggalkan dia menonton seorang diri dengan suatu harapan dia akan terangsang. Benar saja pada saat aku keluar dari kamar, kulihat wajah Nuke merah dan seperti menahan getaran. Aku mulai ikut duduk di lantai dan menonton blue film tersebut. Jantungku berdegup sangat keras, bukan karena menonton film tersebut, tapi karena aku sudah mulai nekat untuk melakukannya, apapun resikonya kalau ditolak.Kubilang pada Nuke, "Pegang dadaku.., rasanya deg-degan banget", sambil kutarik tangannya untuk memegang dadaku. Dalam hitungan detik, tanpa kami sadari, kami telah berciuman dengan penuh nafsu. Ini pengalaman pertamaku berciuman dengan seorang perempuan, meskipun adegan seks telah lama aku tahu (dan kuinginkan) dari berbagai film yang pernah kutonton. Mulutnya yang kecil kukulum dengan penuh nafsu.
-----
Dengan penuh rasa takut, tanganku mulai merayap ke bagian dadanya. Ternyata Nuke tidak marah, malah kelihatan dia sangat menikmatinya. Akhirnya kuremas-remas buah dadanya dengan lembut dan sedikit menekan. Tanpa terasa kami sudah telanjang bulat berdua di tengah rumah. Setelah puas aku mengulum puting susu dan meremas-remas buah dadanya, mulutku kembali ke atas untuk mencium dan mengulum lidahnya. Sebentar kemudian malah Nuke yang turun menciumi leher kemudian dadaku. Tapi sesuatu yang tak pernah kubayangkan akan dilakukan seorang Nuke yang usianya relatif masih sangat muda, ia terus turun menciumi perut sambil mulai meremas-remas kemaluanku. Aku sudah sangat terangsang.
-----
Kemudian mataku hampir saja keluar ketika mulutnya sampai pada batang kemaluanku. Rasanya nikmat sekali. Belum pernah aku merasakan kenikmatan yang sedemikian dahsyat. Ujung kemaluanku kemudian dikulum dengan penuh nafsu. Nampak luwes sekali dia menciumi kemaluanku, aku tidak berpikir lain selain terus menikmati hangatnya mulut Nuke di kemaluanku. Kupegang rambutnya mengikuti turun naik dan memutarnya kepala Nuke dengan poros batang kemaluanku.
-----
Setelah sekian lama kemaluanku di lumatnya, aku merasakan sesuatu yang sangat mendesak keluar dari kemaluanku tanpa mampu kutakah lagi. Kutahan kepalanya agar tak diangkat pada saat spermaku keluar dan dengan menahan napas aku mengeluarkan spermaku di mulutnya. Sebagian langsung tertelan pada saat aku ejakulasi, selebihnya ditelan sebagian-sebagian seiring dengan keluarnya spermaku tetes demi tetes.
-----
Aku tertidur pulas tanpa ingat lagi bumi alam. Kurang lebih sepuluh menit kemudian aku terbangun. Aku sangat kaget begitu kulihat tepat dimukaku ternyata kemaluan Nuke. Rupanya pada saat aku tertidur, Nuke terus menjilati kemaluanku sambil menggesek-gesekan kemaluannya pada mulutku. Meskipun awalnya aku takut untuk mencoba menjilati kemaluannya, tapi karena akupun terangsang lagi, maka kulumat kemaluannya dengan penuh nafsu. Aku segera terangsang kembali karena pada saat aku menciumi kemaluan Nuke, dia dengan ganas mencium dan menyedot kemaluanku dengan kerasnya. Aku juga kadang merasakan Nuke menggigit kemaluanku dengan keras sekali, sampai aku khawatir kemaluanku terpotong karenanya.
-----
Setelah puas aku menjilati kemaluannya, aku mulai mengubah posisiku untuk memasukkan kemaluanku pada kemaluannya. Tapi dia menolak dengan keras. Ternyata dia masih perawan dan minta tolong padaku untuk tidak membimbingnya supaya aku memasukkan kemaluanku pada kemaluannya. Terpaksa aku menjepitkan kemaluanku di payudaranya yang besar dan ranum. Sambil kugerakkan pantatku, ujung kemaluanku di kulum dan dilepas oleh Nuke. Aku tidak mampu menahan aliran spermaku dan menyemprot pada muka dan rambutnya. Aku melihat seberkas kekecewaan pada raut wajahnya. Saat itu aku berpikir bahwa dia takut tidak mencapai kepuasan dengan keluarnya spermaku yang kedua. Tanpa pikir panjang aku terus turun ke arah kemaluannya dan menjilati dengan cepatnya.
-----
Karena aku sudah tidak bernafsu lagi, kujilati kemaluannya sambil berhitung untuk supaya aku terus mampu menjilati dalam keadaan tidak bernafsu sama sekali. Pada hitungan ke 143 lidahku menjilati kemaluannya (terakhir clitorisnya), dia mengerang dan menekan kepalaku dengan keras dan menjerit. Dia langsung tertidur sampai aku merasa ketakutan kalau-kalau ada orang datang. Kugendong Nuke ke tempat adikku dalam keadaan tertidur dan kupakaikan baju, lalu kututup selimut, lantas aku pergi ke rumah temanku untuk menghindari kecurigaan keluargaku. Inilah pengalaman pertamaku yang tak akan pernah aku lupakan. Aku tidak yakin apakah akan kualami kenikmatan ini lagi dalam hidupku.
-----
TAMAT
More about →
kawen pertamaku


Pengalaman Ngentot Mahasisiwi Cantik Di Kosan terjadi saat kami mengawali kuliah dan bersama dalam satu kontrakan. Suka duka kami lalui bersama sampai dalam hal pacaran pun kami saling membantu dalam berbagai hal termasuk Seks / Ngentot Di Kosan. Kumpulan Cerita Sex Ngentot Memek Mahasisiwi Cantik Di Kosan - Suatu ketika, malam Minggu tepatnya Restu minta diantar ke tempat sahabatnya yang sedang merayakan ulang tahun. Acara sangat meriah sekali, hingga jam 12 Malam acara masih berlangsung. Tetapi Restu mengajak oka untuk pulang , karena waktu yang sudah kelewat malam. Sebenarnya Oka pun menolak karena begitu meriahnya pesta ulang tahun temannya Restu tersebut. Dan akhirnya Oka pun menyanggupi untuk segera mengantar pulang Restu, malam semakin larut dan udara dingin pun menyelimuti dan menghembus sepoi-sepoi dalam deru sepeda motor Varionya Oka, Sesampai di kost
tempat Restu ternyata pintu gerbang Kosnya sudah dikunci, padahal Restu sudah pesan kepada Ibu kostnya agar pintu jangan dikunci!. Dan akhirnya Oka pun kasih solusi.
aEsRestu.. gimana kalau tidur saja di kontrakanku,aEt kata Oka.
Restu terdiam sejenak ( pura pura malu).
aEsGimana ya.. aku kan enggak enak sama temen temanmu Oka,aEt jawab Restu.
aEsItu bisa diatur, nanti yang penting kamu mau tidak, dari pada tidur di jalan,aEt kata Oka sambil senyum.
aEsAyolah keburu dilihat orang kan nggak enak di jalanan seperti ini Res,aEt kata Oka. Restu pun menyetujinya, mereka pun bergegas menuju kontrakan Oka... Sesampainya di rumah kontrakan tampak sunyi dan hanya hembusan angin malam karena sahabat- sahabat Oka pada malam mingguan dan tidak ada yang pulang di rumah kontrakan.
aEsAyo masuk, kok diam saja,aEt kata Oka menyapa Restu.
aEsSahabat-sahabatmu
dimana Oka?aEt tanya Restu.
aEsMereka kalau malam Minggu jarang tidur di rumah,aEt jawab Oka.
aEsOoo gitu,aEt jawab Restu. Akhirnya Restu dipersilakan istirahat di kamar Oka.
aEsNan, selamat bobok ya..aEt kata Oka.
Restu pun tampak kelelahan dan tertidur pulas. Setengah jam kemudian Oka kembali ke kamarnya untuk melihat Restu dan sengaja kunci pintu kamar tidak diberikan kepada Restu, tapi betapa kagetnya Oka melihat Restu tidur hanya menggunakan BH dan celana dalam, karena saat itu posisi tubuh Restu miring hingga selimut yang menutupi tubuhnya bagian punggung tersingkap! Kontolnya oko pun seketika langsung ngaceng saat itu Entah setan mana yang menyusup di benak Oka. Oka pun langsung mendekat ke arah Restu, dengan tenangnya Oka langsung mencium bibir Restu. Restu pun terbangun.
aEsApa-apaan kamu Oka?aEt jawab Restu sambil menutupi tubuhnya dengan selimut.
Tanpa pikir panjang Oka langsung menarik selimut dan Oka pun langsung menindih Restu yang hanya mengenakan pakaian dalam saja. Restu meronta-ronta dan Oka pun tidak menggubris, ia berusaha melepas BH dan CD-nya. Tenaga Oka lebih kuat hingga akhirnya BH dan CD Restu terlepas dengan paksa oleh Oka. Nampak jelas buah dada Restu dan bulu lembut memeknya. Restu kelelahan tanpa daya dan hanya menangis memohon kepada Oka. Oka tetap melakukan aksinya dengan meraba dan mencium semua tubuh Restu tanpa terlewatkan. Restu terus memohon, Oka pun tak mengiraukannya. Dan setelah puas menciumi memek Restu, Oka melakukan aksi lebih brutal. Ia mengangkat kedua kaki Restu di atas perut dan dengan cepat Oka mencoba memasukkan kontolnya ke dalam memek imout Restu.
Restu menjerit tertahan dan hanya isak tangis yang terdengar, aEsKumohon Oka, hentikan!aEt seru Restu dalam isak tangisnya.
Dan kontol Oka masuk dalam memek Restu walaupun di awal masuknya cukup sulit.
Oka pun mulai menggoyang pinggulnya hingga kontolnya terkocok di dalam memek Restu. Darah segar pun keluar dari liang jinak Restu, ia pun terus memohon.
aEsuuuuuuuh.. uhhhhhhh.. hentikan Oka..!aEt desah Restu.
Tampak sekali wajah Restu menunjukkan kelelahan, dan sekarang hanya terdengar erangan kenikmatan di antara kedua insan ini.
aEsooh.. ooooh.. ooooh..aEt Oka
pun terus mengocok kontolnya dalam memek Restu dan beberapa saat kemudian terasa Oka akan mengeluarkan sperma, ia pun langsung mencabut dan mengocoknya dari luar dan.. aEsCroot.. Croot.. crottttt..aEt sperma Oka muncrat tepat di bibir dan sekitar wajah mulus si Restu.
Mereka kelelahan dan akhirnya tertidur. Hari menjelang pagi saat itu jam menunjukkan pukul 07:30 pagi, Restu terbangun bersamaan dengan itu Oka juga terbangun. Oka melihat Restu yang sedang mengenakan BH dan CD.
aEsAntar aku pulang sekarang Oka..aEt kata Restu.
aEsIya.. aku cuci muku dulu,aEt jawab Oka.
Oka pun mengantar Restu pulang ke kostnya. Selang beberapa bulan hubungan mereka mulai retak, ada selentingan kabar kalau Oka mendekati cewek lain sebut saja Cristina, dan akhirnya Oka dan Restu resmi bubaran. Tapi reaksi Oka tidak sampai di situ, justru setelah putus dengan Restu ia gencar mendekati Cristina. Dengan berbagai cara dan upaya akhirnya Oka berhasil mendapatkan Cristina dan mereka resmi jadian. Sama seperti yang dilakukannya dulu, ia sering antar jemput kuliah Cristina dan kalaupun jemput Cristina biasanya tidak langsung pulang melainkan jalan-jalan kemana saja sambil
cari makan tentunya. Sering pula Cristina diajak ke tempat kontrakan Oka lebih sering dibandingkan Restu pacar yang dulu. Pagi itu kuliah jam ke-2 mereka satu ruangan tapi dosen tidak hadir jadi kosong, mereka berdua bergegas ke tempat Oka, sampai di kontrakan rumah sepi soalnya sahabat-sahabat ada yang ke kampus dan ada juga yang masih tidur. Mereka berdua langsung masuk kamar Oka, Cristina tiduran di ranjang sambil mendengarkan musik. Oka masuk membawakan kopi susu dan tanpa basa basi Oka membelai rambut Cristina dan Cristina pun bersandar dalam dekapan Oka. Oka langsung mencium bibir Cristina dan tangannya mulai masuk dalam baju street Cristina dan meremas-remas toked.
aEsOka.. jangan dong..aEt desah Cristina.
aEsEnggak apa-apa, kan cuma dikit,aEt kata Oka, tapi Oka terus menyerang, ia melepas seluruh pakaian Cristina dan Cristina pun hanya diam tanpa perlawanan, dan jelas sudah seluruh tubuh Cristina yang kuning langsat dan toked lumayan montok.
Mereka mulai bergelut mencium dan meremas satu sama lain. aEsCrist, blowjob dong kontokku!aEt kata Oka.
Dibimbingnya kepala Cristina menuju kemaluan Oka dan, aEsEm.. kemaluanmu besar juga Oka,aEt kata Cristina.
Oka hanya diam menikmati hisapan mulut Cristina. Oka pun langsung saja menjilati dan menghisap memek Cristina hingga mereka melakukan posisi 69. Kemudian Oka duduk dengan kaki dijulurkan, ia minta Cristina duduk di atasnya layaknya seorang anak kecil. Tepat kontol Oka masuk dalam liang memek Cristina.
aEsPelan-pelan Oka..aEt kata Cristina mendesah.
Cristina mulai menaik- turunkan pinggulnya dan kontolnya Oka masuk seluruhnya dalam memek merahnya Cristina.
aEsuuuuh.. ah.. .aEt desah Cristina sambil menggoyangkan pinggulnya seperti goyang dandut ngebor di tv tv. Oka pun merespon gerakan tersebut. Dan mereka melakukan gerakan yang seirama, aEsAh.. ah.. ah..aEt desah Cristina semakin keras.
aEsAku nggak kuat Oka..aEt Oka hanya diam menikmati gerakan-gerakan yang dimainkan Cristina.
Dan akhirnya, aEsUgh.. ugh.. ugh.. ahh..aEt desah Cristina yang tubuhnya mengelenjang sambil memeluk tubuh Oka.
Ternyata Cristina mencapai puncak kenikmatan. Dan Oka membalikkan tubuh Cristina tepat di bawah badannya, Oka mulai mengocok kontolnya yang belum lepas dari memek Cristina, dan aEsAhk..aEt desah Oka dan beberapa saat kemudian Oka mencabut kontolnya dan meletakkan di bibir Cristina dan aEsCroot.. Croot.. Serr..aEt sperma Oka muncrat tepat di seluruh wajah Cristina. Mereka pun akhirnya berpelukan setelah mencapai kepuasan. Semenjak kejadian itu mereka sering melakukannya di kontrakan Oka. Entah siang atau malam karena Cristina sering menginap dan tidur satu ranjang bersama Oka. Hubungan mereka semakin intim dan hanya bertahan selama 8 bulan. Hal itu disebabkan Restu mantan pacar yang dulu mengajak membina hubungan kembali. Oka akhirnya pisah dengan Cristina dan kembali lagi dengan Restu. Suatu sore Restu datang ke kontrakan Oka, Restu langsung masuk menunggu di kamar Oka karena diminta sahabat- sahabat Oka.
aEsOka baru mandiaEt kata salah seorang sahabatnya.
aEsOoo,aEt jawab Restu, dan beberapa saat kemudian Oka masuk dan hanya mengenakan handuk dilingkarkan di pinggulnya.
aEsSama siapa Res..aEt kata Oka.
aEsSendiri,aEt jawab Restu sambil mendekat ke arah Oka.
Oka tanggap dengan situasi itu, ia langsung mencium bibir Restu dan melepas baju street warna biru muda yang dipakai Restu. Oka langsung mencopot BH dan menghisap puting susu Restu.
aEsAh.. ah..aEt desah Restu.
Tangan Restu langsung meremas kontol Oka yang saat itu handuknya telah jatuh ke lantai. Oka mulai melapas celana panjang Restu serta CD- nya. Mereka bergumul di atas ranjang.
aEsAh.. ah..aEt desah Restu yang semakin merasakan kenikmatan.
Oka mengangkat kaki kiri Restu kemudian dengan sergapnya Oka mulai memasukkan kontolnya ke dalam memek Restu sambil kaki kiri Restu tetap terangkat.
aEsBleess, bleess..aEt kemaluan Oka masuk seluruhnya dalam memek, Oka suka dengan posisi seperti itu karena memek terasa sempit.
More about →
mahasiswa kawen


Aku adalah seorang isteri dari seorang karyawan swasta. Aku punya anak dua. Yang kedua kelas satu. Aku sering nungguin anakku yang kedua di sekolahnya, terutama waktu olah raga. Guru olah raga anakku bernama Pak Jono. Ia suka sekali bercanda dan berhumor. Tubuhnya tinggi, kurang lebih 175 cm dan berbadan besar dan kekar. Warna kulit agak hitam. Ia baru saja bercerai dengan isteri 4 bulan yang lalu. Jadi ia seorang duda. Selain ia guru olah raga, ia pun pintar memijat. Banyak guru lain minta dipijet olehnya. Ketika olah raga seperti biasanya ia memakai celana training. Sambil menunggu anakku aku memperhatikan ia yang sedang olah raga bersama murid-murid kelas dua. Begitu aku memperhatikan diantara selangkangannya aku lihat tonjolan yang memanjang dan besar. Aku berkata dalam hatiku, wuh panjang dan besar sekali barangnya.
Suamiku hobi dipijat. Tukang pijat langganannya selama ini adalah pemijat tunanetra.
“Guru olah di sekolah anak kita pintar memijat, ngerti urat lagi katanya. Coba saja mas!” kubilangi suamiku.
“Boleh juga kita panggil ke sini malam minggu depan. Mau enggak dia ngurut malam- malam?”
“Enggak tahu ya .. Coba aku tanyakan besok ya.”
Keesokan harinya aku pergi ke sekolahan dan bertemu dengan Pak Jono.
“Pak, mau enggak mijetin suami saya?” tanyaku. “Tapi kalo bisa malam hari, Pak.”
“Boleh juga asalkan ongkosnya mahal,” katanya sambil bercanda.
Setelah suamiku pulang kantor sambil makan malam aku ceritakan padanya bahwa Pak Jono mau.
“Boleh panggil ke sini tapi malam sekitar jam 22.00,” kata suamiku.
Sampai waktu yang ditentukan Pak Jono datang ke rumahku. Ia ngobrol dengan suamiku sambil bercanda sehingga baru saja kenal suamiku merasa akrab dengannya. Aku duduk di dekat suamiku menemaninya. Kemudian suamiku menyuruhku merapikan kamar depan dekat ruang tamu.
Mulailah suamiku dipijet oleh Pak Jono sambil ngobrol ngalor-ngidul. Pak Jono banyak ngebanyol karena memang ia hobi bercanda. Aku nonton TV sambil tiduran di sofa ruang tamu ngedengerin obrolan Pak Jono dan suamiku.
Suamiku mulai bercerita agak serius dengan suara pelan- pelan.
“Aku ini tidak kuat dalam dalam hubungan seksual. Kenapa, ya? Jadinya isteriku suka marah-marah kalau hubungan intim. Kalau Pak Jono bagaimana dengan isteri Anda?”
“Saya sekarang duda sudah 4 bulan. Kalau dulu sebelum cerai saya kebalikan bapak. Ia kewalahan dengan kemampuan saya sampai ia minta cerai.”
“Wah, hebat kamu ini, Pak.”
Pak Jono yang biasanya suka bercanda mulai berbicara serius.
“Mungkin Bapak terlalu lelah, atau mungkin punya Bapak terlalu kecil dan pendek. Bapak urut yang membesarkan dan memanjangkan saja. Saya hanya bisa mengeraskan saja. Kalau memanjangkan dan membesarkan aku tidak bisa,” katanya pada suamiku.
“Wah, tukang urut yang memanjangkan dan membesarkan itu banyak yang bohong,” kata suamiku.
“Ada yang bener, Pak. Ada teman saya berhasil dari 13 menjadi 17 cm dan menjadi besar lagi,” kata Pak Jono berusaha meyakinkan.
“Pak Jono pernah nyoba enggak?” tanya suamiku selanjutnya.
“Saya tidak perlu karena punya saya sudah sangat panjang dan besar. Panjangnya 19 cm dan besarnya 4,5 inch,” jawab Pak Jono sambil tertawa. “Kalau punya bapak berapa?”
“Punya saya panjangnya 12 cm besarnya 2,5 inch.”
Mendengar obrolan suamiku dan Pak Jono aku berkata dalam hatiku.
“Wuh… besar dan panjang sekali punya Pak Jono, pantesan tonjolannya panjang dan besar dan itu belum bangun. Apalagi kalau barangnya sudah bangun.”
Aku jadi berkhayal, kalau seandainya…. Wah, nikmat sekali…
Setelah mereka selesai aku pura-pura tidur. Kemudian suamiku membangunkan aku.
“Bagaimana, Mas? Cocok enggak pijetan Pak Jono?” tanyaku setelah Pak Jono pulang.
“Wah bagus sekali, lebih bagus daripada langganan saya. Sekarang saya mau langganan sama Pak Jono saja. Saya sudah bilang kalau saya mau pijet tiap malam minggu.”
“Kalau kamu mau juga, boleh coba malam minggu depan. Pijetannya bagus kok. Badanku rasanya enteng dan enak sekali,” kata suamiku
“Aku mau, tapi malu mas, nanti ia cerita di sekolahan.”
“Ya enggak sih, nanti kita bilangin jangan cerita-cerita pada orang lain.”
Keesokan harinya saya ketemu Pak Jono. Sambil tersenyum, ia langsung bertanya padaku.
“Bagaimana Bu? Cocok enggak Bapak dengan pijetan saya?” tanya Pak Jono padaku.
“Cocok sekali… Malam minggu depan bapak disuruh suamiku pijet lagi. Bahkan suamiku mau langganan.”
“Ya.. Bapak sudah bilang sama saya.”
Setelah suamiku menawarkan untuk diurut oleh Pak Jono, hatiku tidak karuan, membayangkan bermacam- macam, bercampur takut dan ingin merasakan sesuatu. Karena memang aku jarang menemukan kepuasan dengan suami. Selain punya suamiku lemes, barang kecil dan pendek dan tidak tahan lama.
Hampir-hampir setiap malam aku membayangkan penis punya Pak Jono. Aku berkata dalam hati, barang Pak Jono pasti kehitam-hitaman, besar dan panjang. Biasanya orang yang agak hitam itu kuat, mana badannya tinggi, besar dan kekar. Pokoknya sangat jantan. Kayak apa kalau badan yang besar itu menindiku dan memelukku keras-keras, sementara badanku langsing seperti ini, dan tinggiku hanya 155 cm. Apa kuat aku ditindih badan raksasa itu. Apa bisa masuk barang sebesar itu ke lobangku yang kecil ini. Apa tidak mentok kesakitan bila barang yang keras dan panjang ditekan ke lobangku dengan tenaga yang raksasa. Pokoknya aku membayangkan antara takut dan ingin merasakan.
Kata teman-temanku barang gede dan panjang itu sangat nikmat sekali. Saking nikmatnya, katanya sampai ngeyut ke ubun-ubun.
Malam ini malam minggu, Pak Jono akan datang. Hatiku berdebar-debar. Jam menunjukkan 21.30. Tak lama kemudian Pak Jono datang. Suami mempersilahkan masuk, dan bilang padanya bahwa aku mau juga dipijet malam ini, dan suamiku minta tidak bercerita macam-macam ke orang lain. Pak Jono menjawab, “Ya, tidak dong, Pak.”
Suamiku mulai diurut. Kurang lebih jam 23.00 suamiku selesai diurut.
Sekarang giliran aku yang akan
diurut. Aku pakai kain sarung. Suamiku tiduran di sofa di ruang tamu sambil nonton TV.
Aku mulai tengkurep, hatiku dag-dig-dug. Pak Jono mulai menyingkap kain sarungku di bagian betis dan memegang betisku sambil mengurut pelan-pelan, aku merinding merasakan urutan Pak Jono, karena sebelumnya aku membayangkan sesuatu yang nikmat.
Kini Pak Jono membisu seribu bahasa tidak seperti biasanya suka bercanda dan berhumor, mungkin menikmati pandangan terhadap betisku yang mulus. Maklum ia menduda 4 bulan. Semakin merinding dan berdebar-debar hatiku ketika Pak Jono meletakkan kakiku ke pahanya. Sambil mengurut ia maju sedikit-sedikit sehingga kakiku menyentuh ke bagian selangkangannya sehingga terasa kakiku menyentuh benjolan yang mulai mengeras.
Dengan suara pelan dan terpatah-patah Pak Jono bertanya.
“Paha ibu mau diurut?”
“Ya pak, memang di bagian itu agak terasa nyilu-nyilu. Pelan ya, Pak,” aku pun menjawab dengan suara pelan.
Pak Jono mulai menyingkap pelan-pelan sarungku sampai di bawah sedikit pinggulku. Ketika Pak Jono mengurut pahaku sampai ke selangkanganku, aku merintih dengan suara pelan-pelan takut kedengaran suamiku. Pak Jono pun terasa meningkat
rangsangannya terasa dari sentuhan tangannya yang kadang-kadang mengurut sambil mengelus dan meremas pahaku apalagi ketika sampai di selangkanganku.
Semakin timbul sensasi yang luar biasa ketika Pak Jono membuka kain sarungku di bagian atas pinggulku dan memelorotin cdku sedikit ke bawah. Kini ia mulai mengurut sambil meremas-remas pinggulku, dan rangsanganku semakin tinggi, aku merintih dengan suara pelan. Dan Pak Jono tahu kalau merangsang, aku juga tahu kalau Pak jono juga merangsang.
Aku berkata dalam hatiku: sebelum aku diurut dalam posisi terlentang, aku akan pamit sama Pak Jono untuk buang air kecil sambil aku ingin melihat apakah suami sudak tertidur atau belum.
Ketika Pak Jono menyuruhku terlentang, aku berkata kepadanya: “Aku mau ke kamar mandi dulu untuk buang air kecil.”
Ketika keluar kamar aku lihat suamiku tertidur pulas mungkin karena lelah seharian dan habis diurut.
Di kamar mandi aku berkata dalam hati. Kalau nanti sarungku disingkap sampai ke selangkanganku dalam posisi terlentang, pasti Pak Jono akan
melihat bulu jembutku. Ia akan
semakin merangsang. Aku menginginkannya meraba vaginaku dan memasukkan jarinya ke lobang vaginaku.
Setelah masuk ke kamar, aku bilang bahwa suamiku tertidur lelap. Ketika mendengar kataku Pak Jono semakin bersemangat.
Kini aku terlentang di hadapan Pak Jono. Dan Pak Jono tidak was-was lagi ia membuka sarungku sampai ke selangkanganku. Aku memenjamkan mata sambil menggigit bibirku.
Kini Pak Jono tidak memijat lagi tetapi ia mengelus-elus dan meremas-rema pahaku dengan gemesnya. Kini ia melihat bulu jembutku dan mengelus-elus bibir vaginaku, dan semakin tidak tahan rasanya aku ingin memegang barangnya Pak Jono sambil penasaran tapi malu. Pak Jono semakin berani menusukkan jarinya ke lobang vaginaku yang sudah membasah dengan ledir.
Aku mulai memberanikan diri meraba selangkangan Pak Jono. Dan Pak Jono membuka resleting celananya. Sambil aku
melirik ke selangkangannya, Pak Jono mengeluarkan rudalnya. Aku terkejut astaga besar dan panjang sekali. Warnanya kehitam-hitaman, nampak urat-uratnya mengeras, dan kepala rudal jauh lebih besar lagi dari batangnya. Aku menggenggamnya tapi genggamanku tidak muat saking besar.
Sambil mengelus-elusnya, aku bayangkan kalau rudal yang kepalanya sangat besar ini dimasukkan ke lobangku. Apakah tidak robek lobang vaginaku dan jebol lobang rahimku. Sensasiku semakin meningkat. Perasaanku bercampur ingin menikmati dan takut robek dan jebol.
Pak Jono kini semakin ganas mengocok lobang vaginaku dengan jarinya, dan aku sangat ingin ditindihi dan disetubuhi tapi takut kalau suami bangun kalau mendengar jeritanku. Sambil mengocok Pak Jono menciumi pipiku. Pelan-pelan ia lalu mengecup bibirku, semakin lama ia semakin ganas mencipoki, aku pun terangsang berat.
Kemudian ia memelukku dan menindihku sambil berusaha menyingkap sela-sela samping CD-ku untuk memasukkan rudalnya, tapi tidak berhasil masuk. Kemudian ia menekan lagi.
“Aduh…” jeritku sambil menggigit bibirku tidak tahan.
Tekanan kedua kalinya ini tidak berhasil memasukkan rudalnya ke lobang vaginaku. Kemudian ia menekan lagi dengan tenaga yang super keras dan hampir masuk, tapi terdengar suara suamiku mengegok. Pak Jono dan aku pun kaget terbangun dan menutupkan sarungku ke seluruh tubuh. Dan aku mengakhiri pijetan.
Kemudian aku membangunkan suamiku. Pak Jono pun pamit pulang karena memang sudah larut malam. Kemudian aku mengajak suami masuk kamar,
aku sudah tidak tahan. Barang suami juga mengeras tidak seperti biasanya. Kini aku menyalurkan rangsanganku dengan suami sambil membayangkan disetubuhi Pak
Jono. Malam itu aku benar- benar merasakan puncak orgasme yang luar biasa tidak seperti biasanya, juga suamiku.
“Ma… Malam ini tidak seperti biasanya. Urutan Pak Jono memang luar biasa membuat kita benar-benar mencapai puncak kenikmatan yang luar biasa. Kita minggu depan urut lagi ya, Ma…” kata suamiku.http://
www.spotmenarik.com/2012/
09/cerita-seks-
indonesia-2012-terbaru.html
Hari-hari aku hidup dalam bayangan: Kalau malam minggu depan suamiku tidak ada di rumah, aku akan menyiapkan minyak pelumas agar dioleskan ke lobang vaginaku. Aku membayangkan barang Pak Jono yang besar dimasukkan sambil melelukku, menyepokiku dan menggenjotku.
Membayangkannya saja sangat nikmat apalagi benar-benar dimasukkan. Sambil rasa khawatir kalau lobangku nanti robek dan lobang rahimku jebol.
Kini malam minggu datang, hatiku berdebar-debar membayangkan sesuatu yang besar dan panjang, membayangkan lobang vaginaku membengkak lebar, dan lobang rahim diterobos barang besar. Pak Jono datang memakan pakaian yang serasi nampak sangat gagah dan manis. Ketika suami ngobrol dengan Pak Jono telpon berdering. Ternyata teman suamiku mengajak ke luar kota untuk mengurus bisnisnya.
“Ya nanti setelah dipijet,” jawab suamiku.
Malam ini aku semakin yakin bahwa aku akan disetubuhi dengan Pak Jono.
“Ma… saya nanti setelah diurut akan pergi ke luar kota,” kata suamiku padaku.
“Jadi, saya tidak usah dipijat, habis tidak ada Mas.”
“Tidak apa-apa pijet saja, Pak Jono orangnya baik, aku sudah percaya kok.”
Mendengar pernyataan suamiku, hatiku girang karena sebentar lagi pasti aku disetubuhi oleh Pak Jono yang berhari-hari aku membayangkannya.
Setelah suamiku selesai diurut ia mandi. Dan Aku bilang pada Pak Jono, “Tunggu dulu ya pak, minum-minum dulu kopinya. Aku mau menyiapkan pakaian bapak untuk ke luar kota.”
Setelah suamiku menyiapkan semua yang akan dibawa ke luar kota, ia pamit ke Pak Jono.
Aku mengantarkan sampai pintu gerbang.
Begitu Bapak berangkat hujan turun rintik-ritik. Aku masuk ke ruang tamu dan bilang sama Pak Jono, “Tunggu dulu ya pak, aku pakaian dulu.”
Aku memakai sarung dan kaos… dan sengaja aku tidak memakai BH dan celana dalam.
Begitu aku keluar, sorotan mata Pak Jono menatap payudaraku, aku tersenyum. Aku duduk di kursi sebentar. Aku bayangkan bahwa Pak jono duda selama 4 bulan, berarti ia tidak berhubungan selama 4 bulan. Aku yakin ia tidak jajan sembarangan. Aku begitu yakin malam ini aku akan digenjot berkali-kali dan berjam-jam. Memang aku ingin
sekali berhubungan badan sepuas-puasnya.
Sekarang aku memilih kamar untuk urut di bagian belakang, agar jeritanku yang keras nanti
tidak terdengar oleh siapapun. Aku mengajak Pak Jono ke kamar belakang, dan hujan turun cukup deras sehingga cuaca dingin mengantarkan impianku, dan tidak akan terdengar suara apa pun kecuali jeritanku, bunyi cipokan yang mengganas, dan bunyi lobang vaginaku yang digenjot oleh kepala rudal besar dan tenaga yang super keras.
Kini aku beduaan yang sama mengharapkan kepuasan seksual dengan sepuas- puasnya. Pak Jono membuka kain sarungku dan tinggal kaos yang menutupi payudaraku. Ia meremas-remas pahaku. Aku mengelinjang-gelinjang.
Kemudian Pak Jono membuka celananya. Rudalnya tegang, membesar dan memanjang. Uratnya mengeras dan kepala rudalnya membesar sekali. Ia menciumi pahaku terus ke bibir vaginaku. Aku sudah tidak tahan karena mulai tadi sudah merangsang karena membayangkan kenikmatan yang sebentar lagi akan aku rasakan. http:// www.spotmenarik.com/2012/
09/cerita-seks-
indonesia-2012-terbaru.html
Ia membuka bajunya dan kaosku. Kini kami berdua telanjang bulat. Hujan turun makin lebat, jam menunjukkan 23.00. Ia meremas-remas tetekku sambil mengocokkan jarinya ke lobang vaginaku.
“Pak, masukkan… aku sudah tidak tahan.”
“Aku juga tidak tahan, aku sudah 4 bulan tidak pernah berhubungan badan, aku ingin malam ini benar-benar puas, mungkin aku main sampai pagi,” timpal Pak Jono.
“Aku juga pak… Aku serahkan semua tubuhku pada Pak Jono. Tapi, oleskan minyak pelumas yang kusiapkan ini ke lobang vaginaku dan ke rudal Bapak agar aku tidak merasakan sakit.”
Aku siapkan parfum dan minyak pelumas yang harum.
“Bu… lobang Ibu kecil sekali,” katanya begitu ia mengoleskan
minyak pelumas dicampur dengan ludahnya.
Kini Pak Jono mengangkangkan pahaku lebar-lebar. Pelan-pelan ia menindihiku. Aduh rasanya berat sekali. Ia arahkan rudal besar dan panjang itu lobang vaginaku. Ia menekan, tapi tak berhasil masuk. Kedua kalinya ia menekan lagi dan tidak juga berhasil masuk, aku menjerit kesakitan.
“Pertama rasanya agak sakit, karena lobang ibu kecil sekali, dan barang saya besar sekali, jauh tidak ngimbang,” katanya merayuku.
Ketiga kalinya ia mengolesi lobangku dengan minyak pelumas banyak sekali sampai meleleh ke lobang anusku, ia campur air ludahnya. Ia mengolesi juga rudalnya dicampur dengan ludahnya, kemudian ia menekan rudal besar, panjang, hitam dan keras sekali. Ia menekannya dengan tenaga yang super keras, akhir masuklah kepala rudal besar itu, dan aku pun menjerit kesakitan.
Ia terdiam, menahan sejenak, sambil menindihiku dan menciumiku, merayu dan berbisik ke telingaku.
“Ditahan sakit dahulu ya, nanti Ibu akan merasakan kenikmatan yang luar biasa.”
Aku mengangguk.
“Tahan ya, Bu, aku akan tekan lagi agar masuk semua,” bisiknya lagi.
Ia menekannya dengan tenaga yang keras, aku tidak tahan.
“Aduh.. sakit, Pak,” Jeritku tertahan sambil menggigit bibir.
Akhirnya barang itu trot… bleees… masuk semua. Rasanya rudal itu masuk menembus ke lobang rahimku. Kini beralih dari rasa sakit ke rasa nikmat yang luar biasa.
“Pak .. rasanya nikmat sekali.”
Semakin ganaslah Pak Jono menggenjotnya. Nyaring sekali bunyi lobang vaginaku akibat genjotan yang luar biasa. Nikmatnya luar biasa terasa sampai ke ubun-ubun, aku menggigil, meraung-raung kenikmatan.
“Aah… uuuh… uuh… aku… aku… mau mencapai puncak, Pak…”
Pak Jono menekan keras- keras. Aku pun mencapai puncak kenikmatan yang luar biasa yang tidak pernah kurasakan sebelumnya. Pak Jono sangat kuat dan bertahan lama, ia belum mencapai orgasme. Aku sudah lemas, tapi karena Pak Jono meremas-remas kembali tetekku dan menjelati vaginaku, aku mulai merangsang lagi.
Pak Jono menyuruhku nungging. Ia menusukkan kembali rudalnya dan mengocoknya dan menggenjot dari belakang, bunyinya semakin keras, ceprok… ceprok.. ceprok… sambil ia mengelus-ngelus lobang anusku. Ia ngambil minyak pelumas dan dioleskan ke lobang anusku, jarinya ditusukkan ke lobang anusku.
“Aduh… Pak!” jeritku.
Tapi ia pintar sekali menciptakan rangsangan baru. Ia kocok lobang anusku pelan- pelang dengan jarinya, lama- lama aku merasakan nikmat.
“Enak.. Pak… Nikmat… Pak.”
Akhirnya Pak Jono menambahi minyak pelumas ke lobang anusku, dan mencabut rudalnya dari vaginaku, ia oles- oleskan kepala rudalnya ke pintu anusku.
“Hangat rasanya, nikmat Pak, nikmat Pak.” Kemudian menusukkan tepat ke lobang anusku dan menekannya. Akhirnya barang besar itu masuk juga. Cepret… prot… ia tekan pelan-pelan hingga separuh penis itu. Ia mendorongku agar aku tengkurep. Begitu tengkurep ia menindihku, menekankan lagi sisa separuhnya. Aduh nikmat sekali rasanya di anus. Sampai terasa ada cairan muncrat dari dalam lobang anusku. Ia terus mengocok dan menggejot semakin cepat, aku merasakan nikmat sambil menahan genjotan. Prot… prot… druuuuut. Semakin ganas ia menggenjot sampai aku terkentut-kentut dibuatnya. Akhirnya Pak Jono mencapai puncaknya dan muncratlah pejunya memenuhi lobang anusku. Malam itu aku benar-benar merasakan kenikmatan yang luar biasa. Aku disetubuhi oleh Pak Jono sampai 4 kali hingga pagi. Cerita Seks Pijatan Nakal Guru Olahraga
More about →
pijetan guru ke bawok ""


ia, 27 tahun, isteri dari Dicky, 31 tahun, adalah seorang ibu rumah tangga yang lumayan supel dalam bergaul di lingkungan tempat tinggalnya. Penampilan Mia biasa saja. Mia bersikap selalu apa adanya dan bersahaja. Dicky adalah seorang suami yang cukup baik dan bertanggung jawab kepada keluarga. Apapun kekurangan dalam rumah tangganya, maka Dicky akan selalu berusaha untuk memperolehnya. Bisa dibilang, rumah tangga mereka adalah harmonis. ..... Pada waktu malam acara 17 Agustusan tahun 2003, Mia dan Dicky beserta warga lingkungan dimana mereka tinggal mengadakan malam hiburan berupa Organ tunggal. Tua muda, laki-laki perempuan, semua ikut bergembira. Semua turun berjoget mengikuti alunan lagu yang dibawakan oleh penyanyi. Mula-mula mereka berjoget dengan pasangan masing- masing. Semua bergembira sambil tertawa bebas mengikuti irama musik.. ..... Setelah beberapa lagu, mereka terus berjoget dengan berganti pasangan. Mereka terus bergembira. Mia berjoget dengan seorang bapak, Dicky berjoget dengan seorang anak perempuan remaja.. Begitulah mereka berjoget sampai beberapa lagu dengan berganti pasangan sampai beberapa waktu. Menjelang akhir acara, pada lagu terakhir, Mia berjoget dengan seorang bapak, sedangkan Dicky berjoget dengan Evi, seorang ibu rumah tangga yang tinggal beberapa rumah dari rumah mereka. Evi, sekitar 40 tahun, ibu dari seorang karyawan swasta yang bekerja dengan sistim shift, mempunyai 2 orang anak yang sudah cukup besar. ..... Walau sudah berumur tapi penampilan Evi selalu tampak muda karena cara berpakaiannya yang selalu agak seksi dan pandai bermake up. Selintas Mia melirik pada Dicky yang sedang berjoget dengan Evi. Terlihat Dicky sedang tertawa dengan Evi sambil berjoget. Setelah itu kembali Miapun berjoget dan tertawa dengan pasangannya. Menjelang tengah malam acara usai. Semua kembali ke rumah masing-masing dengan perasaan gembira walaupun capek.. Sesampai di rumah, setelah mandi air hangat, Mia dan Dicky segera ke tempat tidur. ..... "Bagaimana tadi, sayang?" tanya Dicky sambil memeluk Mia."Apanya?" kata Mia sambil menempatkan kepalanya di salah satu tangan Dicky."Ya tadi waktu kita di tempat pesta tadi," kata Dicky sambil mengecup bibir mungil Mia."Saya benar- benar gembira..." kata Mia sambil tersenyum sambil tangannya mengusap- ngusap dada serta jarinya memainkan puting susu Dicky."Harusnya kita sering melakukan acara seperti tadi, jangan cuma setahun sekali..." kata Dicky sambil tangannya masuk ke pakaian tidur Mia. Buah dada Mia diremas dengan mesra."Mmhh.. Memangnya kenapa?" kata Mia sambil mencium pipi Dicky lalu mengecup bibirnya."Ya kita kan bisa bergembira dengan tetangga yang ada. Jarang sekali kita ngumpul bareng mereka," ujar Dicky sambil membuka seluruh kancing pakaian tidur Mia. ..... Lalu dijilatnya puting susu Mia sambil tangannya meremas buah dada Mia yang satu lagi. ..... "Mmhh..." desah Mia sambil memejamkan matanya. ..... Sambil tetap menciumi dan menjilati buah dada Mia, tangan Dicky yang tadinya meremas buah dada, turun ke perut lalu disusupkan ke celana dalam Mia. Segera jarinya menyentuh bulu-bulu kemaluan Mia yang tidak terlalu banyak. Mia tetap terpejam sambil sesekali mendesah.. Jari- jari tangan Dicky lalu turun menyusuri belahan belahan memek Mia. ..... "Ohh..." desah mia keras sambil menggerakkan pinggulnya. ..... Jari Dicky terus menggosok-gosok belahan memek Mia sampai cairan memek Mia keluar banyak. ..... "Mmhh..." desah Mia sambil tangannya memegang tangan Dicky yang sedang bermaik di memeknya."Enak, sayang," kata Dicky sambil melumat bibir Mia. ..... Sementara jari tengah Dicky masuk ke lubang memek Mia. Tanpa menjawab pertanyaan Dicky, Mia membalas ciuman Dicky dengan hebat sambil menjepitkan pahanya lalu menggoyangkan pinggulnya karena menahan kenikmatan ketika jari tangan Dicky keluar masuk lubang memeknya. Sementara tangan Mia segera menyelusup ke dalam celana piyama Dicky, dan kemudian menggenggam dan meremas kontol Dicky yang sudah tegang. ..... "Buka pakaiannya dong, sayang," kata Mia berbisik ke telinga Dicky. Dicky segera bangkit lalu melepas seluruh pakaiannya. Kontol Dicky terlihat sudah tegak dengan ditumbuhi bulu yang sangat lebat. Melihat itu, Mia segera bangkit dan duduk di tepi ranjang. Digenggamnya kontol Dicky lalu dikocok perlahan. Cairan bening terlihat keluar dari lubang kontol Dicky. Tanpa banyak cakap ujung lidah Mia segera menjilati cairan tersebut sambai habis. Tak lama, mulut Mia sudah mengulum batang kontol Dicky yang lumayan besar. Cpok.. Cpok.. Cpok.. Terdengar suara kuluman mulut Mia pada kontol Dicky. ..... "Ohh.. Enak, sayang.. Ohh..." desah Dicky sambil memegang kepala Mia lalu memompa pelan kontolnya di mulut Mia."Gantian, dong..." kata Mia sambil melepas kulumannya lalu menatap mata Dicky. Dicky tersenyum."Naiklah ke ranjang..." ujar Dicky. ..... Miapun segera naik ke atas ranjang lalu telentang dan membuka lebar pahanya. Tak lama, Mia mendesah karena lidah Dicky pintar bermain dan menjilati kelentit dan lubang memek Mia. ..... "Ohh, sayangg.. Teruss..." desah Mia agak keras. ..... Apalagi ketika jari Dicky masuk ke lubang memeknya sambil lidahnya tak henti menjileti kelentit Mia. Gerakan pinggul Mia makin keras mengikuti rasa nikmatnya. Tak lama kemudian tangan Mia dengan keras meremas rambut Dicky dan mendesakkan kepalanya ke memek. Lalu.. ..... "Ohh.. Enak, sayangg.. Mmff.. Sshh..." jerit kecil Mia terdengar ketika Mia mencapai puncak kenikmatan.. Orgasme.. ..... Dicky segera menghentikan jilatannya lalu naik ke atas tubuh istrinya itu. Walau mulut masih basah oleh cairan memek Mia, Dicky langsung melumat bibir Mia. Miapun langsung membalas ciuman Dicky dengan hebat. Sambil tetap berciuman, tangan Mia segera memegang dan membimbing kontol Dicky ke lubang memeknya. Selang beberapa detik kemudian.. Bless.. Bless.. Bless.. Kontol Dicky lansgung keluar masuk memek Mia. Keduanya bermandi peluh sambil sesekali terdengar desahan kenikmatan mereka. ..... "Memeknya legit, sayang.. Enak..." bisik Dicky. Mia tersenyum sambil menggoyangkan pinggulnya."Memang kenapa?" tanya Mia."Aku tidak pernah bosan menyetubuhi kamu..." bisik Dicky sambil terus memompa kontolnya. Mia tersenyum."Kalau wanita lain rasanya bagaimana," tanya Mia lagi."Aku tidak pernah bersetubuh dengan wanita lain, kok..." kata Dicky. ..... Mia tersenyum lalu merangkulkan kedua tangannya ke pundak Dicky sambil tetap menggoyangkan pinggulnya mengimbangi gerakan kontol Dicky. ..... "Saya mau tanya, sayang..." kata Mia."Apa?" kata Dicky."Tubuh Mbak Evi, tetangga kita itu, bagus tidak..?" tanya Mia."Ah kamu pertanyaannya ada-ada saja..." kata Dicky tak menghiraukan."Saya serius, sayang.. Jawab jujurlah. Tidak apa-apa kok..." kata Mia."Tadi lihat belahan buah dadanya tidak?" tanya Mia. ..... Dicky mengangguk. Mia tersenyum sambil terus menggoyangkan pinggulnya. ..... "Jujur.. Iya, tubuh dia bagus. Dan tadi aku sempat lihat belahan buah dadanya. Marah?" kata Dicky sambil mengentikan gerakannya. ..... Mia tersenyum sambil terus menggoyang pinggulnya. ..... "Jangan berhenti dong, sayang.. Terus setubuhi saya.. Mmhh..." kata Mia."Saya tidak marah kok. Justru saya suka mendengarnya..." kata Mia."Kenapa?" tanya Dicky heran."Tadi waktu saya lihat kamu berjoget dengan Mbak Evi, tidak tahu kenapa ada perasaan aneh..." kata Mia."Tadi tiba-tiba saya membayangkan kamu bermesraan dengan Mbak Evi..." lanjut Mia lagi."Kenapa begitu?" tanya Dicky."Saya tidak tahu..." kata Mia."Kamu cemburu?" tanya Dicky."Tidak sama sekali. Justru sebaliknya, saya sangat ingin melihat kamu bermesraan dengan Mbak Evi..." kata Mia. ..... Dicky tersenyum. ..... "Kamu lagi horny kali ya, tadi..." kata Dicky tanpa menghentikan gerakan kontolnya. ..... Mia kembali tersenyum. Setelah beberapa lama memompa kontolnya, Dicky mengejang, gerakannya bertambah cepat. ..... "Aku mau keluar, sayang.. Ohh..." bisik Dicky."Tahan dulu sebentar, sayang.. Saya juga mau keluar.. Mmhh..." bisik Mia sambil mempercepat gerakan pinggulnya. ..... Tak lama tubuhnya mengejang, tangannya kuat memeluk tubuh Dicky. ..... "Mau keluar, sayangghh..." jerit Mia."Ohh.. Nikmat, sayang.. Ohh..." jerit kecil Mia ketika mencapai orgasme. ..... Selang beberapa detik, Dicky juga semakin mempercepat gerakannya. Sampai akhirnya.. Crott.. Crott.. Crott.. Air mani Dicky menyembur di dalam memek Mia. Dicky mendesakkan kontolnya dalam-dalam ke memek Mia.. Tubuh keduanya lemas saling berpelukan sementara kontol Dicky masuk berada di dalam memek Mia. ..... "Mau tidak kalau saya minta kamu maen dengan Mbak Evi.. Saya serius," kata Mia sambil memeluk pundak Dicky."Kenapa sih kamu mau yang aneh-aneh begitu?" tanya Dicky."Saya tidak tahu jawabnya, sayang.. Yang jelas ada perasaan horny ketika membayangkan kamu bermesraan dengan Mbak Evi..." kata Mia."Mau kan, sayang?" tanya Mia memaksa."Kalau aku mau, bagaimana caranya, sayang..." kata Dicky sambil mengecup bibir istrinya."Nanti aku yang mengatur..." kata Mia sambil tersenyum. ..... Dicky juga tersenyum sambil mencabut kontolnya dari memek Mia, lalu bangkit dan berpakaian. Merekapun tidur kemudian.. Banyak cara yang dilakukan Mia agar Evi bisa dekat dengan dan akrab dengan dia dan Dicky. Dan hal itu membuahkan hasil. Evi sekarang mulai sering bertandang ke rumah mereka walaupun hanya untuk sekedar ngobrol. ..... Sampai suatu malam Mia mengundang Evi datang ke rumahnya. ..... "Mas Wiryo sudah pergi kerja kan, Mbak?" tanya Mia."Sudah dari tadi dong.. Dia dapat bagian shift malam," ujar Evi."Eh ada apa undang saya ini malam?" tanya Evi."Tidak ada apa-apa kok, Mbak..." kata Mia."Kami hanya ingin ajak Mbak nonton VCD baru yang dibeli Mas Dicky," kata Mia sambil melirik kepada Dicky. ..... Dicky membalas dengan senyuman. ..... "VCD begituan ya?" tanya Evi bersemangat. ..... Mia tersenyum sambil melirik Dicky. ..... "Cepatlah putar!" ujar Evi tidak sabar. Dicky bangkit dari tempat duduknya lalu menuju ke VCD player."Mbak Evi suka film jenis apa?" tanya Dicky sambil menyodorkan beberapa keping VCD. ..... Setelah memilih, Evi segera menyerahkan film yang ingin dilihatnya. Dicky segera memutarnya. Mereka bertiga menonton film BF tanpa banyak bicara. Mereka duduk bertiga di karpet. Mia duduk berdampingan dengan Evi, sementara Dicky duduk dibelakang mereka. ..... "Udah ada yang bangun, ya..?" kata Mia tersenyum sambil melirik ke arah Dicky."Lumayan..." kata Dicky."Lumayan apa?" tanya Evi sambil matanya sedikit melirik ke arah selangkangan Dicky yang mulai agak menggembung. Dicky tersenyum sambil menutupi kakinya dengan bantal."Mbak Evi seberapa sering begituan dengan Mas Wiryo?" tanya Mia."Ah, jarang sekali.. Mungkin karena dia capek," kata Evi sambil matanya terus melihat adegan seronok di video. ..... Kembali mereka terdiam selama beberapa saat sambil melihat video. ..... "Sini dong..!" kata Mia kepada Dicky sambil matanya berkedip memberi isyarat. Dicky beringsut mendekati Mia."Ada apa sih..?" tanya Dicky."Duduk dekat sini dong..." kata Mia dengan suara manja. ..... Dengan sengaja tangan Mia segera masuk ke dalam Celana Hawaii Dicky. Lalu digenggamnya kontol Dicky yang sudah tegang dan diremasnya pelan. Evi yang melihat hal itu, perasaannya menjadi tak karuan.. Antara rasa malu dan rasa ingin melihat bercamput baur. ..... "Udah pengen ya?" kata Mia kepada Dicky. ..... Suaranya sengaja agak keras. Dicky tersenyum sambil matanya melirik ker arah Evi. Evi yang semakin tidak menentu perasaannya, kebetulan melirik ke arah Dicky. Pandangan mereka beradu selama beberapa detik. Evi lalu membuang pandangannya ke arah video. Hatinya berdebar ketika berpandangan dengan Dicky.. Mia melirik ke arah Dicky sambil tersenyum. Lalu dengan tanpa ragu-ragu, Mia menurunkan celana Dicky hingga kontolnya yang besar tampak tegak terlihat. Lalu dikocoknya pelan.. Dicky tetap diam sambil matanya melirik ke arah Evi yang jelas kelihatan gelisah. ..... "Mbak suka tidak pada barang lelaki yang berbulu banyak?" tanya Mia sambil menatap Evi."Mm.. Eh.. Iya.. Iya.. Saya suka..." kata Evi tergagap menatap Mia sambil matanya sekilas melirik ke tangan Mia yang sedang meremas kontol Dicky."Kalau kayak gini suka tidak, Mbak?" tanya Mia sambil matanya mengisyaratkan agar Evi melihat ke kontol Dicky."Ah, kamu ini..." kata Evi sambil matanya melihat kontol Dicky beberapa saat. ..... Mia tersenyum. Tangannya meraih tangan Evi, lalu ditariknya ke arah kontol Dicky. Evi menuruti kemauan Mia walau hatinya merasa serba salah.. ..... "Coba pegang, Mbak..." kata Mia sambil tangannya membimbing jari-jari Evi untuk menggenggam kontol Dicky. ..... Kontol Dicky terasa hangat dan berdenyut di tangan Evi. Nafas Evi memburu. Ada desiran tertentu yang menuntun tangannya bergerak meremas pelan kontol Dicky. Dicky tersenyum sambil melirik ke arah Mia. Mia juga tersenyum sambil mundur agak menjauh. Dicky tanpa diduga tangannya meraih dagu Evi, lalu dengan segera mengecup bibirnya, lalu dilumatnya dengan hangat. Evi yang sudah terangsang gairahnya langsung membalas ciuman Dicky dengan hangat pula sambil tangannya mulai berani mengocok kontol Dicky. Tangan Dickypun dengan segera menyusup ke balik daster Evi. Ditelusuri paha Evi. Elusan tangannya segera naik ke pangkal paha, lalu jarinya diselipkan ke celana dalam Evi. ..... "Mmhh..." desah Evi sambil menggelinjang ketika jari tangan Dicky menyusuri belahan memeknya yang sudah sangat basah."Ohh.. Mmhh..." desah Evi tambah keras ketika jari Dicky keluar masuk lubang memknya. ..... Pinggulnya sedikit digoyang karena nikmat. Sementara Mia sengaja menjauhkan diri dari mereka. Mia mendapat suatu rangsangan yang amat sangat ketika melihat suaminya bercinta dengan wanita yang Mia sukai. Mia tidak melakukan apapun hanya diam sambil melihat mereka bermesraan. Hanya nafas Mia yang mulai cepat yang terdengar.. Ketika tangan Dicky mulai mencoba melepas pakaian Evi, Evi agak tersentak sesaat. Dengan segera matanya menatap Mia. Tapi ketika dilihatnya Mia tersenyum sambil matanya mengisyaratkan agar Evi melanjutkan bercinta lagi.. ..... Evi sesaat terdiam. Tapi ketika tangan Dicky merangkul dari belakang dan tangannya meremas buah dada Evi, Evi terpejam dan memegang tangan Dicky yang sedang meremas buah dadanya. ..... "Ohh..." desah Evi seiring dengan jilatan dan pagutan Dicky di lehernya sambil tak lepas tangannya meremas buah dada Evi. ..... Tak lama Dicky segera melepas daster Evi. Evi tampak agak canggung ketika Dicky melepas BH dan celana dalamnya dari belakang. Dickypun melepas seluruh pakaiannya. Segera setelah itu Dicky menindih tubuh telanjang Evi. Jilatan lidah dan remasan tangan Dicky pada buah dada Evi membuat Evi menggelinjang merasakan nikmat. ..... "Ohh.. Oohh..." desah Evi ketika jilatan lidah Dicky turun ke perut lalu turun lagi menyusuri selangkangannya. ..... Pinggulnya bergoyang mengikuti desiran rasa nikmat.. Mia tetap diam menyaksikan tubuh telanjang suaminya yang bergumul mesra dengan Evi. Nafasnya makin memburu waktu melihat kontol Dicky dihisap sambil dikocok oleh Evi. Tanpa terasa tangannya menyelusup ke dalam celana dalamnya. Lalu jarinya mulai menggosok- gosok belahan memeknya sendiri. Entah mengapa Mia sangat menikmati ketika Dicky memompa kontolnya ke dalam mulut Evi. Nafas Mia semakin memburu, juga satu jarinya semakin cepat keluar masuk memeknya sendiri ketika melihat Dicky mulai menyetubuhi Evi. Desahan dan erangan mereka membuat gairah Mia bertambah naik.. ..... "Ohh.. Sshh..." desah Evi ketika Dicky dengan perkasa mengeluar masukkan kontol di memeknya."Gimana rasanya, Mbak?" tanya Dicky sambil mengecup bibir Evi."Ohh sangat enakk.. Mmhh..." kata Evi sambil merangkul pundak Dicky, sementara pinggulnya bergoyang mengikuti gerakan Dicky. ..... Entah sudah berapa lama mereka bersetubuh disaksikan Mia, sampai akhirnya Evi memeluk tubuh Dicky kuat- kuat. Memeknya didesakan ke kontol dicky dalam-dalam. Gerakan pinggulnya makin cepat. Lalu tiba-tiba tubuhnya bergetar sambil mendesah panjang. ..... "Oohh.. Oohh..." desah Evi terkulai lemas setelah mendapat orgasme. ..... Sementara Dicky masih terus menggenjot kontolnya di memek Evi yang sudah lemas. Gerakannya makin cepat ketika Dicky merasakan ada sesuatu yang mendesak nikmat di kontolnya. Tak lama segera dicabut kontolnya dari memek Evi, lalu digesek- gesekannya pada belahan memek Evi. ..... Sampai akhirnya.. Crott! Crott! Crott! Air mani Dicky tumpah banyak di atas bulu- bulu memek Evi. Tubuh Dicky lalu lemas terkulai di atas tubuh telanjang Evi. Mia yang melihat hal itu segera menghampiri mereka. Diusapnya pantay Dicky. ..... "Masih kuat tidak, sayang..?" bisik Mia ke telinga Dicky. ..... Dicky segera mencabut kontolnya dari memek Evi lalu bangkit. Evi juga demikian. ..... "Kenapa sayang?" tanya Dicky sambil mengecup bibir Mia."Saya pengen..." kata Mia sambil memegang kontol Dicky yang lemas dan masih basah."Aku masih lemas, sayang..." kata Dicky."Sebentar lagi saya minta jatah ya, sayang..." kata Mia sambil mencium bibir Dicky."Gimana, Mbak?" tanya Mia kepada Evi sambil tersenyum. Evi tersenyum sambil berpakaian."Aku bisa ketagihan, loh..." kata Evi."Kapan saja Mbak perlu, datang saja kesini..." kata Mia tersenyum pula."Aku pulang dulu ya," kata Evi sambil memeluk Mia erat. ..... Mia menggangguk ..... ***** ..... Menurut pengakuan Mia, sudah beberapa puluh kali Evi bersetubuh dengan suaminya di depan mata. Mia bukan biseks. Mia hanya merasa mendapat suatu gairah dan rangsangan yang sangat kuat ketika melihat suaminya menyetubuhi wanita lain yang disukai Mia sendiri. Dan menurut Mia juga, sampai detik ini mereka tidak pernah main bertiga. Hal ini yang membuat suasana hidup Mia menjadi berwarna cerah.. Demikian. ..... E N D....
More about →
enak nya kawen


Asri, Si Ratu kawen.......
Namaku Asri, biasa dipanggil "Sri" saja, asli dari Solo, pernah 4 kali menikah, tapi
tidak pernah bisa hamil, sehingga mantan-mantan suami semua meninggalkanku,
bodyku sexy, kulitku kuning langsat, tinggiku 161 cm dengan berat badan 50 kg,
"kamu persis Desy Ratnasari, Sri!", kata mantan suamiku terakhir. Banyak laki-laki
lain juga mengatakan aku persis seperti Desy Ratnasari.
Aku bekerja sebagai pembantu rumah tangga (PRT) di kota Gudeg Yogyakarta,
majikanku seorang janda berusia 50 thn, Ibu Sumiati yang masih bekerja sebagai
pegawai negeri di Gubernuran. Anaknya 3 orang.Yang pertama perempuan, Aryati
28 thn, bekerja sebagai sekretaris, 2 bulan lagi menikah. Yang kedua juga
perempuan, Suryati 25 thn, bekerja sebagai guru. Yang ketiga laki-laki, satu-
satunya laki-laki di rumah ini, tampan dan halus budi-pekertinya, Harianto 22
thn, masih kuliah, kata Ibu Sum, Mas Har (demikian aku memanggilnya) tahun
depan lulus jadi insinyur komputer. Wah hebat, sudah guaaanteng, pinter pula...
Setiap pagi, aku selalu bangun jam 4:30, sebelum bekerja aku sudah mandi dengan
sangat bersih, berpakaian rapi. Aku selalu memakai rok panjang hingga semata-
kaki, bajuku berlengan panjang. Aku tahu, Ibu Sum senang dengan cara
berpakaianku, dia selalu memujiku bahwa aku sopan dan soleha, baik sikap yang
santun, maupun cara berpakaian. Meskipun begitu, pakaianku semuanya agak ketat,
sehingga lekuk-lekuk tubuhku cukup terlihat dengan jelas.
Mas Har sering melirik ke arahku sambil terkagum-kagum melihat bentuk tubuhku,
aku selalu membalasnya dengan kedipan mata dan goyangan lidah ke arahnya,
sehingga membuat wajahnya yang lugu jadi pucat seketika. Paling telat jam 7:15,
mereka semua berangkat meninggalkan rumah, kecuali Mas Har sekitar jam 8:00.
Aku tahu, Mas Har sangat ingin menghampiriku dan bercumbu denganku, tapi ia
selalu nampak pasif, mungkin ia takut kalau ketahuan ibunya. Padahal aku juga
ingin sekali merasakan genjotan keperjakaannya.
Pagi itu, mereka semua sudah pergi, tinggal Mas Har dan aku yang ada di rumah,
Mas Har belum keluar dari kamar, menurut Ibu Sum sebelum berangkat tadi bahwa
Mas Har sedang masuk angin, tak masuk kuliah. Bahkan Ibu Sum minta tolong
supaya aku memijatnya, setelah aku selesai membersihkan rumah dan mencuci
pakaian. "Baik, Bu!", begitu sahutku pada Ibu Sum. Ibu Sum sangat percaya
kepadaku, karena di hadapannya aku selalu nampak dewasa, dengan pakaian yang
sangat sopan. Setelah pasti mereka sudah jauh meninggalkan rumah, aku segera
masuk kamarku dan mengganti pakaianku dengan rok supermini dan kaus singlet
yang ketat dan sexy. Kusemprotkan parfum di leher, belakang telinga, ketiak, pusar
dan pangkal pahaku dekat lubang vagina. Rambutku yang biasanya kusanggul,
kuurai lepas memanjang hingga sepinggang. Kali ini, aku pasti bisa merenggut
keperjakaan Mas Har, pikirku.
"Mas Har. Mas Har!" panggilku menggoda, "tadi Ibu pesan supaya Mbak Sri memijati
Mas Har, supaya Mas Har cepat sembuh. Boleh saya masuk, Mas Har?"
Pintu kamarnya langsung terbuka, dan nampak Mas Har terbelalak melihat
penampilanku,
"Aduh, kamu cantik sekali, Mbak Sri... Persis Desy Ratnasari... ck, ck, ck..."
"Ah, Mas Har, bisa saja, jadi mau dipijat?"
"Jadi, dong..." sekarang Mas Har mulai nampak tidak sok alim lagi, "ayo, ayo...",
ditariknya tanganku ke arah tempat tidurnya yang wangi....
"Kok Wangi, Mas Har?" Rupanya dia juga mempersiapkan tempat tidur percumbuan
ini, dia juga sudah mandi dengan sabun wangi.
"Ya dong, kan ada Desy Ratnasari mau datang ke sini,".
Kami mulai mengobrol ngalor-ngidul, dia tanya berapa usiaku, dari mana aku
berasal, sudah kawin atau belum, sudah punya anak atau belum, sampai kelas
berapa aku sekolah. Omongannya masih belum "to-the-point" , padahal aku sudah
memijatnya dengan sentuhan-sentuhan yang sangat merangsang. Aku sudah tak
sabar ingin bercumbu dengannya, merasakan sodokan dan genjotannya, tapi
maklum sang pejantan belum berpengalaman.
"Mas Har sudah pernah bercumbu dengan perempuan?", aku mulai mengarahkan
pembicaraan kami, dia hanya menggeleng lugu.
"Mau Mbak Sri ajari?", wajahnya merah padam dan segera berubah pucat. Kubuka
kaus singletku dan mulai kudekatkan bibirku di depan bibirnya, dia langsung
memagut bibirku, kami bergulingan di atas tempat tidurnya yang empuk dan wangi,
kukuatkan pagutanku dan menggigit kecil bibirnya yang merah delima, dia makin
menggebu, batang kontolnya mengeras seperti kayu...
Wow! dia melepas beha-ku, dan mengisap puting susuku yang kiri, dan meremas-
remas puting susuku yang kanan...
"Aaah.. sssshhhh, Mas Har, yang lembut doooong..." desahku makin membuat
nafasnya menderu...
"Mbak Sri, aku cinta kamu...." suaranya agak bergetar..
"Jangan, Mas Har, saya cuma seorang Pembantu, nanti Ibu marah," kubisikkan
desahanku lagi.... Kulucuti seluruh pakaian Mas Har, kaos oblong dan celana
pendeknya sekaligus celana dalamnya, langsung kupagut kontolnya yang sudah
menjulang bagai tugu monas, kuhisap-hisap dan kumaju-mundurkan mulutku
dengan lembut dan terkadang cepat...
"Aduuuh, enaaaak, Mbak Sri...." jeritnya...
Aku tahu air-mani akan segera keluar, karena itu segera kulepaskan kontolnya, dan
segera meremasnya bagian pangkalnya, supaya tidak jadi muncrat. Dia membuka
rok-miniku sekaligus celana dalamku, segera kubuka selangkanganku.
"Jilat itil Mbak Sri, Mas Haaaarrr..., yang lamaaa...", godaku lagi... Bagai robot, dia
langsung mengarahkan kepalanya ke nonokku dan menjilati itilku dengan sangat
nafsunya....
"Sssshhhh, uu-enaaak, Mas Haaaarrrr... ., sampai air mani Mabk Sri keluar, ya mas
Haaar".
"Lho, perempuan juga punya air mani..?" tanyanya blo'on. Aku tak menyahut karena
keenakan...
"Mas Haaarrr, saya mau keluaaar..." serrrrrr.... serrrrrrrrr. ... membasahi wajahnya
yang penuh birahi.
"Aduuuuh, enak banget, Mas Har! Mbak Sri puaaaaaassss sekali bercinta dengan Mas
Har..... kontol Mas Har belum keluar ya? Mari saya masukin ke liang kenikmatan
saya, Mas! Saya jamin Mas Har pasti puas-keenakan. ..."
Kugenggam batang pelernya, dan kutuntun mendekati lubang nonokku, kugosok-
gosokkan pada itilku, sampai aku terangsang lagi... Sebelum kumasukkan batang
keperkasaannya yang masih ting-ting itu ke lubang nonokku, kuambil kaos singletku
dan kukeringkan dulu nonokku dengan kaos, supaya lebih peret dan terasa
uuenaaaak pada saat ditembus kontolnya Mas Har nanti...
"Sebelum masuk, bilang 'kulonuwun' dulu, dong sayaaaaaang. ..", Candaku....
Mas Har bangkit sebentar dan menghidupkan radio-kaset yang ada di atas meja kecil
di samping ranjang..... lagunya.... mana tahaaaan....
"Kemesraan ini Janganlah Cepat Berlalu..... ."
"Kulonuwun, Mbak Sri cintakuuuuu. ..."
"Monggo, silakan masuk, Mas Haaaarrr Kekasihkuuuuu. ..", segera kubuka lebar-
lebar selangkanganku, sambil kuangkat pinggulku lebih tinggi dan kuganjel dengan
guling yang agak keras, supaya batang kenikmatannya bisa menghunjam dalam-
dalam. ... Sreslepppppp. ........ blebessss... ..
"Auuuuuow... .", kami berdua berteriak bersamaan... ..
"Enaaaak banget Mbak Sri, nonok Mbak Sri kok enak gini sih....?"
"Karena Mbak Sri belum pernah melahirkan, Mas Har... Jadi nonok Mbak Sri belum
pernah melar dibobol kepala bayi..... kalau pernah melahirkan, apalagi kalau sudah
melahirkan berkali-kali, pasti nonoknya longgar sekali, dan nggak bisa rapet seperti
nonoknya Mbak Sri begini, sayaaaaang.. . lagi pula Mbak selalu minum jamu sari-
rapet, pasti SUPER-PERET. ...", kami berdua bersenggama sambil cekikikan
keenakan... Kami berguling-guling di atas ranjang-cinta kami sambil berpelukan erat
sekali....
Sekarang giliranku yang di atas... Mas Har terlentang keenakan, aku naik-turunkan
pinggulku, rasanya lebih enak bila dibanding aku di bawah, kalau aku di atas, itilku
yang bertumbukan dengan tulang selangkang Mas Pur, menimbulkan rasa nikmat
yang ruaaaaarbiassssa uu-enaaaaaaknya. ....
Keringat kami mulai berkucuran, padahal kamar Mas Har selalu pakai AC, sambil
bersenggama kami mulut kami tetap berpagutan-kuat. Setelah bosan dgn tengkurap
di atas tubuh Mas Har, aku ganti gaya. Mas Har masih tetap terlentang, aku
berjongkok sambil kunaik-turunkan bokongku. Mas Har malah punya kesempatan
untuk menetek pada susuku, sedotannya pada tetekku makin membuatku tambah
liar, serasa seperti di-setrum sekujur tubuhku.
Setelah 10 menit aku di atas, kami berganti gaya lagi... kami berguling-gulingan lagi
tanpa melepaskan kontol dan nonok kami.
Sekarang giliran Mas Har yang di atas, waduuuuh... sodokannya mantep sekali...
terkadang lambat sampai bunyinya blep-blep-blep. .. terkadang cepat plok-plok-
plok. .. benar-benar beruntung aku bisa senggama dengan Mas Harianto yang begini
kuaaaatnya, kalau kuhitung-kuhitung sudah tiga kali air nonokku keluar karena
orgasme, kalau ditambah sekali pada waktu itilku dijilati tadi sudah empat kali aku
orgasme... benar-benar nonokku sampai kredut-kredut karena dihunjam dengan
mantapnya oleh kontol yang sangat besar dan begitu keras, bagaikan lesung
dihantam alu..... bertubi-tubi. ... kian lama kian cepat...... waduuuuhhhhh. .....
Wenaaaaaaaaakkkkk tenaaaaan... ...
"Mbak Sri, aku hampir keluaaaaaar nih...!!" ....
"Saya juga mau keluar lagi untuk kelima kalinya ini, Mas Haaaaar.... Yuk kita
bersamaan sampai di puncak gunung kenikmatan, yaaa sayaaaaanngggg"
"Ambil nafas panjang, Mas Har... lalu tancepkan kontolnya sedalam-dalamnya
sampai kandas...... baru ditembakkan, ya Maaaasss... ssssshhhhhh. ......."
Sambil mendesis, aku segera mengangkat pinggulku lagi, kedua kakiku kulingkarkan
pada pinggangnya, guling yang sudah terlempar tadi kuraih lagi dan kuganjelkan
setinggi-tingginya pada pinggulku, hunjaman kontol Mas Har semakin keras dan
cepat, suara lenguhan kami berdua hhh...hhhhh. ...hhhhhh. .... seirama dengan
hunjaman kontolnya yang semakin cepat.....
"Tembakkan sekaraaaaang, Maaaasssss!" , Mas Har menancapkan kontolnya lebih
dalam lagi, padahal sedari tadi sudah mentok sampai ke mulut rahimku....
bersamaan dengan keluarnya air nonokku yang kelima kali, Mas Har pun
menembakkan senjata otomatis berkali-kali dengan sangat kerasnya....
CROOTTTTT !!! CROOTTTTT !!! CROOTTTTT !!! CROOTTTTT !!! CROOTTTTT !!!
CROOTTTTT !!! CROOTTTTT !!! CROOTTTTT !!! Berhenti sebentar dan CROOTTTTT!!!
CROOTTTTT !!! CROOTTTTT !!! lagi..... Seperti wong edan, kami berdua berteriak
panjaaaaanggg bersamaan;
"Enaaaaaaaaaakkkkk! "..... sekujur tubuhku rasanya bergetar semuanya... dari
ujung kepala sampai ujung kaki, terutama nonokku sampai seperti "bonyok"
rasanya..... Mas Har pun rebah tengkurep di atas tubuh telanjangku. .... sambil
nafas kami kejar-mengejar karena kelelahan...
"Jangan cabut dulu, ya Maaasss sayaaaang... masih terasa enaknya... tunggu
sampai semua getaran dan nafas kita reda, baru Mas Har boleh cabut yaaa......"
pintaku memelas..... kami kembali bercipokan dengan lekatnya.... .. kontolnya
masih cukup keras, dan tidak segera loyo seperti punya mantan-mantan suamiku
dulu....
"Mbak Sri sayaaaang, terima kasih banyak ya..... pengalaman pertama ini sungguh-
sungguh luar biasa... Mbak Sri telah memberikan pelayanan dan pelajaran yang
maha-penting untuk saya...... saya akan selalu mencintai dan memiliki Mbak Sri
selamanya... ."
"Mas Har cintaku, cinta itu bukan harus memiliki... tanpa kawin pun kalau setiap
pagi --setalah Ibu & Mbak-mbak Mas Har pergi kerja--, kita bisa melakukan
senggama ini, saya sudah puas kok, Massss..... Apalagi Mas Harianto tadi begitu
kuatnya, setengah jam lebih lho kita tadi bersetubuhnya, Mas! Sampai nonok saya
endut-endutan rasanya tadi....."
"Aku hari ini tidak pergi kuliah, kebetulan memang ada acara untuk mahasiswa
baru... jadi ndak ada kuliah...", kata Mas Harianto.
"Nah... kalau begitu, hari ini kita kan punya banyak waktu, pokoknya sampai
sebelum Ibu dan Mbak-mbak Mas Har pulang nanti sore, kita main teruuuusss,
sampai 5 ronde, kuat nggak Mas Har?", sahutku semakin menggelorakan birahinya.
"Nantang ya?" Tanyanya sambil tersenyum manis, tambah guanteeeeng dia.....
"aku cabut sekarang, ya Mbak? sudah layu tuh sampai copot sendiri...."
kami tertawa cekikikan dengan tubuh masih telanjang bulat.... setelah mencabut
kontolnya dari nonokku, Mas Har terlentang di sisiku, kuletakkan kepalaku di atas
dadanya yang lapang dan sedikit berbulu.... radio kaset yang sedari tadi terdiam,
dihidupkan lagi... lagunya masih tetap "kemesraan ini janganlah cepat berlaluuuuuu.
..."
Setelah lagunya habis, "Mas sayaaang, Mbak Sri mau bangun dulu ya.... Mbak Sri
harus masak sarapan untuk Mas...."
"Untuk kita berdua, dong, Mbak Sri.... masak untuk dua porsi ya... nanti kita makan
berdua sambil suap-suapan. Setuju?", sambil ditowelnya tetekku, aku kegelian dan
"auuuwwww! Mas sudah mulai pinter nggangguin Mbak Sri ya.., Mbak Sri tambah
sayang deh".
Aku bangkit dari ranjang, dan berlari kecil ke kamar mandi yang jadi satu dengan
kamar tidurnya,
"Mas, numpang cebokan, ya..."
Kuceboki nonokku, nonok Asri yang paling beruntung hari ini, karena bisa merenggut
dan menikmati keperjakaan si ganteng Mas Har... waduuuuhhh.. . benar-benar
nikmat persetubuhanku tadi dengannya.. meskipun nonokku sampai kewalahan
disumpal dengan kontol yang begitu gede dan kerasnya -- hampir sejengkal-
tanganku panjangnya.. .. wheleh.. wheleh....
"Sebelum bikin nasi goreng, nanti Mbak bikinkan Susu-Telor-Madu- Jahe (STMJ) buat
Mas Har, biar ronde-ronde berikutnya nanti Mas tambah kuat lagi, ya sayaaaaaang.
..."
Kuambil selimut dan kututupi sekujur tubuhnya dengan selimut, sambil kubisikkan
kata-kata sayangku... "Sekarang Mas Har istirahat dulu, ya..." kuciumi seluruh
wajahnya yang mirip Andy Lau itu...
"Terima kasih, Mbak Sri... Mbak begitu baik sama saya... saya sangat sayang sama
Mbak Sri...".
Kupakai pakaianku lagi, segera aku lari ke dapur dan kubuatkan STMJ untuk
kekasihku... . setelah STMJ jadi, kuantarkan lagi ke kamarnya,
"Mas Har sayaaaang... . mari diminum dulu STMJ-nya, biar kontolnya keras kayak
batang kayu nanti, nanti Mbak Sri ajari lagi gaya-gaya yang lain, ada gaya
kuda-kudaan, anjing-anjingan, gaya enam-sembilan (69), dan masih ada seratus
gaya lagi lainnya, Masssss," kataku membangkitkan lagi gelora birahinya... selesai
minum diciuminya bibirku dan kedua pipiku.... dan Mas Harianto-ku, cintaanku, tidur
lagi dengan tubuh telanjang dilapisi selimut.
Aku segera kembali ke tempat biasanya aku mencuci pakaian majikanku, menyapu
rumah dan mengepelnya. . semua kulakukan dengan cepat dan bersih, supaya tidak
ada ganjelan utang kerjaan pada saat bersenggama lagi dengan Mas Har nanti....
Kumasakkan nasi goreng kesukaan Mas Har dalam porsi yang cukup besar, sehingga
cukup untuk sarapan berdua dan juga makan siang berdua... hmmm.... nikmat dan
mesranya... seperti penganten baru rasanya...
Setelah nasi gorengnya jadi, kusiapkan dalam piring yang agak lebar, kutata
penyajian dengan kelengkapan tomat, timun, telur mata-sapi, dan kulengkapi pula
dengan sebuah pisang mas yang agak mungil, kusiapkan pula segelas coca-cola
kesukaannya. Dengan memakai daster tipis tanpa beha dan celana dalam,
kuantarkan makanan tadi ke kamarnya. Langsung kubuka saja pintu kamarnya...
Aduh! Betapa terkejutnya diriku, ketika kulihat Mas Har sudah bangun dari tidurnya,
tanpa memakai selimut lagi, Mas Har sedang ngeloco (mengocok kontolnya), dengan
wajah merah-padam. .. Segera kuletakkan makanan di atas meja tulisnya..
"Aduuuuhhh, jangan seperti itu, sayang, ngocoknya... nanti bisa lecet... nanti pasti
Mbak Sri kocokkan... tapi Mas Har harus makan dulu, supaya ada tenaga lagi...
kalau ndak makan dulu, nggak bisa kuat dan tahan lama senggamanya, Mas!"
Kutanggalkan dasterku, segera dia menyergap tubuh telanjangku, dihisapnya puting
tetekku yang kanan, sedang tangannya memilin tetekku yang kiri... Kupikir ini pasti
gara-gara STMJ tadi,
"Sabar dong, Mas-ku tersayaaaaang. .., yuk kita makan nasi goreng kesukaan Mas,
sepiring berdua Mas, kayak judulnya lagu dangdut..."
Kusuapi Mas Har-ku dan disuapinya pula aku, sambil tangannya mengkilik-kilik itilku
dengan sangat birahinya. Wah! Edhiaan tenan reaksi STMJ tadi.... Hihihi...
"Mas Har sayang, jangan kenceng-kenceng dong kilikannya, nggak nikmaaat.... ",
dia memperlambat kilikannya, sambil kami lanjutkan dan tuntaskan sarapan kami.
Selesai makan, kuambilkan pula segelas besar coca-cola, kuulurkan gelas coca-cola
ke mulutnya. Minum seteguk, Mas Har pun mengambil gelas dan mengulurkan pula
ke mulutku.... wah! mesranya, Mas Har-ku ini...
Kuambil pisang mas, kukupas dan kubuang kulitnya, lalu aku berbaring di samping
Mas Har, kubuka selangkanganku lebar-lebar, dan kumasukkan pisang tadi ke
dalam liang nonokku.... Mas Har agak terkejut,
"Ayo! Bisa nggak makan pisang sampai habis dari lubang nonok Mbak Sri? Kalau
bisa, nanti Mbak Sri ajari teknik-teknik dan gaya-gaya senggama yang lain deh!"
"Siapa takut!" sahut Mas Har...
Dia segera menaiki tubuhku, dengan posisi tengkurap... mulutnya di depan nonokku,
ditariknya pisang itu dengan pelan-pelan dan sedikit-sedikit digigitnya daging
pisangnya, sedangkan kontolnya pun terjuntai ngaceng di depan mulutku.... segera
kugenggam dan kumasukkan barangnya yang ngaceng itu ke dalam mulutku,
kumainkan lidahku mengusap-usap kepala kontolnya, dan dimaju-mundurkannya
pisang mas tadi dalam liang nonokku, sehingga menimbulkan perasaan yang sangat
nikmaaaaat dan memerindingkan seluruh bulu-bulu tubuhku....
"Mbak Sri, pisangnya sudah habis.... hebat kan?" Katanya lugu...
"Mas Har memang nomer satu buat Mbak Sri..." sahutku memujinya, membuatnya
tersanjung dan sangat ditinggikan harga dirinya.
"Sekarang apalagi?" tanya Mas Har...
"Silakan Mas jilati dan mainkan lidah dalam liang nonok saya... dan saya akan
meng-emuti dan mengocok kontol Mas dengan mulut saya.... ini namanya gaya 69,
Mas sayaaang... mulut Mas ketemu nonok saya dan mulut saya ketemu kontol Mas
Har.... Enaaaak kan, sayaaang?"
"Wah! Sensasinya luar-biasa, Mbak......"
"Kalau bercinta itu jangan buru-buru, Mas.... harus sabar dan tenang, sehingga
emosi kita bisa terkendali. Kalau Mas mau sampai duluan dengan cara ngeloco
seperti tadi, kalau sempat keluar kan saya harus nunggu lagi kontol Mas ngaceng...
kasian dong sama saya, Mas," suaraku kubikin seperti mau menangis.... .
"Maafkan saya, ya Mbak Sri.... saya belum ngerti... mesti harus banyak belajar sama
Mbak....."
Kami lanjutkan gaya 69 kami, kutelan habis kontolnya, kuhisap-hisap dan kumaju-
mundurkan dalam mulutku.... sementara Mas Har meluruskan lidahnya dan menjilati
ITIL-ku, kemudian memasukkan lidahnya yang kaku ke dalam liang nonokku... ini
berlangsung cukup lama...
Pada menit kelimabelas, serrr... serrrr... serrrr.... cairan hangat nonokku meluap,
sekarang Mas Har malah menelannya.. .. aooowwww!
Dan pada menit keduapuluhlima, serrr... serrrr... serrrr.... lagi, kali ini lebih enaaaak
lagi, kukejangkan seluruh tubuhku.... sambil mulutku tetap terus
mengocok kontolnya yang kerasnya minta-ampuuuuun. ... pada waktu itu juga,
kontolnya memuncratkan air-peju dengan sangat derasnya, langsung kutelan
seluruhnya, sampai hampir keselek..... .
"Enaaaakkkk. ...." Mas Har berteriak keenakan.... .
Kami berguling, sekarang saya yang di atas, dengan tetap memagut kontolnya yang
masih cukup keras, kuhisap terus kontolnya, sampai tubuh Mas Har berkedut-kedut
memuncratkan tembakan-tembakan terakhirnya. .... kujilati kontol Mas Har sampai
bersiiiiih sekali dan segera aku berputar, sehingga kepala kami berhadap-hadapan
dengan posisi aku masih tetap di atas...
"Gimana, Mas Har sayaaang.... Enak opo ora?" godaku...
"Uu-enaaaaaaakkkkk tenaaaan.... ", kata Mas Har menirukan gaya pelawak Timbul
dalam sebuah iklan jamu.....
Kami berciuman lagi dan berguling-guling lagi.... mulut kami tetap berpagutan
dengan sangat kuaaaatnya.. ... Kucari kontolnya dan kupegang... wah sudah
ngaceng keras lagi rupanya..... luarbiasa kuatnya Mas Har kali ini, lebih kuat dari
ronde tadi pagi.....
"Mas Har... saya ajari gaya kuda-kudaan. .. mau nggak?",
"Mau dong, sayaaaang... . Gimana?", tanyanya penasaran... .
"Mas Har duduk menyender dulu....."
Dia segera mengikuti perintahku, duduk menyender landai pada sebuah bantal yang
kutegakkan di punggung ranjang, akupun segera mengambil posisi jongkok
membelakanginya. Kugenggam kontolnya dan kutancapkan ke nonokku dari
belakang.... BLESSS!!!, tangan Mas Har mendekap kedua tetekku dari belakang....
Sekarang giliranku yang harus menaik-turunkan pantatku seperti orang naik kuda....
semuanya berlangsung dengan sangat halus.... sehingga tidak sampai menimbulkan
lecet pada kontol Mas Har maupun nonokku.....
"Gimana Mas?", tanyaku untuk mengalihkan konsentrasi, supaya air-pejunya tidak
segera muncrat..... .
"Benar-benar Mbak Sri pantas menjadi dosen percintaan saya.....", katanya sambil
mendesah-desah dan mendesis-mendesis keenakan...
Itilku kembali bertumbukan nikmat dengan tulang selangkang Mas Har... Nikmatnya
sudah sampai mneggeletarkan segenap perasaanku, membuat perasaanku semakin
menyatu dan terikat kuat dengan perasaan Mas Har..... inilah arti sesungguhnya
persetubuhan. ...
Kuatur kecepatan pacuan kuda-kudaan ini, sehingga kenikmatannya bisa
kukendalikan, sementara Mas Har terlentang dengan tenang, makin didekapnya
kedua buah dadaku, diremas-remasnya, dipilin-pilinnya, diremas-remas lagi...
membuatku kembali ingin mencapai puncak kenikmatan.. .. kukejangkan seluruh
anggota tubuhku.... Mas Har sudah mulai mengerti bahwa aku akan mencapai
puncak.....
"Keluar lagi ya, Mbak?" tanyanya.... . Ya! serrr... serrrr... serrrrr...., kembali cairan
hangat nonokku tertumpah lagi.... kelelahan aku rasanya..... .
lelah tapi enaaak....
Aku melepaskan kontolnya dari lubang nonokku, kekeringkan nonokku dengan
dasterku supaya peret lagi... Mas Har melihat pemandangan ini dengan wajah lugu,
kuberi dia senyum manis....
"Saya sudah capek, Mas.... Gantian dong... Mas Har sekarang yang goyang, ya?"
Sekarang aku mengambil posisi menungging di pinggir ranjang..... Mas Har kuminta
berdiri dan menembakkan rudalnya yang super-keras dari belakang,
"Yang ini gaya anjing-anjingan, Mas..... tapi jangan salah masuk ke lubang pantat
ya... pas yang di bawahnya yang merah merekah itu, lho ya...."
"Kalau di lubang pantat katanya lebih enak, Mbak Sri?" tanyanya lucuuuu....
"memang lebih enak untuk laki-laki, tapi tidak untuk perempuan... .. itu kan
namanya tidak adil, Mas.... Lagipula lubang pantat itu kan saluran untuk tai, kotoran
yang kita buang, itu tidak sehat namanya, bisa kena penyakit aids, Mas.... Aids itu
mematikan dan tidak ada obatnya lho, hiiii.... seremmmm.... "
Mas Har memasukkan kontolnya pelan-pelan ke lubang nonokku dari belakang
sambil berdiri di pinggir ranjang, pelan-pelan sekaliiiiii. .... seolah-olah dia takut
kalau sampai merusakkan lubang nikmat ini..... aku tahu sekarang.... Mas Har
sangat sayang padaku, sehingga tingkah-laku persenggamaannya pun melukiskan
betapa besar perasaan cintanya pada diriku....
"Aaaaahhhhhh. ...", aku mendesah sambil merasakan hunjaman kontolnya yang
kembali menembus nonokku, demikian juga dengan Mas Har... dilingkarkannya
tangan kirinya di perutku, sedang tangan kanannya meremas tetekku..... . Dia mulai
menggoyangkan kontolnya maju mundur.... blep-blep-blep. .....aduuuuhhh. ....
mantapnyaaaa. ..... tenaganya sangat kuat dan berirama tetap...... membuat aliran-
darahku menggelepar di sekujur tubuhku..... ..
"Enaaaak, Maaaaasssss. ......", lagi-lagi kukejangkan seluruh anggota tubuhku
sambil kukeluarkan lagi cairan hangat nonokku kesekian kalinya..... . puaaaasssss
sekali tiada taranya..... ..
"aaaaaahhhhhhhh. ......... ", lenguhku.... ....
"Lap dulu dong, Mbak Sriiii..... becek sekali nih...." pintanya.... .
Kuambil dasterku dan kuserahkan padanya..... . segera dia mengeringkan nonokku
dan juga kontolnya yang basaaaah tersiram cairan hangatku.... .
"Mbak, aku sudah hampiiiirrr keluaaaarrr. ...." desahnya membuatku semakin
terangsang.. ....
"Tembakkan saja, Massss...... .."
Tembakannya masih sekencang yang sebelumnya.. .... sampai nonokku penuh
dengan air-pejunya yang ekstra-kental itu.......
"Aaaaahhhhhhhh. ......" Mas Har berteriak keenakan.... .. demikian juga dengan aku,
kukejangkan tubuhku dan kusiram lagi kontolnya dengan cairan hangat
kenikmatan nonokku..... .
"Aaaaaaahhhhhhh, Massss Harrrrr..... ... Mbak Sri cintaaaaa banget sama Mas
Har......."
"Aku juga Mbak..... selain Mbak Sri, tidak ada perempuan lain yang aku cintai di
dunia ini .....", aku tahu kata-kata ini sangat jujur.... membuatku semakin
menggelinjang kenikmatan.. ....
"Terima kasih Mas Harrrrrr.... . untuk cinta Mas Har yang begitu besar kepada
saya....." Dengan tanpa melepaskan kontolnya, Mas Har dengan hati-hati dan penuh
perasaan menengkurapkan tubuhnya di atas tubuh telanjangku. ... dan aku
kemudian meluruskan kakiku dan tubuhku mengambil posisi tengkurap... .. dengan
Mas Har tengkurap di belakangku.. ...
Mulutnya didekatkan pada telingaku... . nafasnya menghembusi tengkukku... .
membuatku terangsang lagi......
"Enaaaak dan puassss sekali, Mbak Sri..... Apa Mbak Sri juga puas?"
"Tentu, Mas Har..... dari pagi tadi sudah sembilan kali nonok saya memuntahkan air
hangatnya... .. Pasti saya puasssss bangettt, Mas!"
"Terima kasih, ya sayaaaang... ... aku ingin setiap hari bercinta dengan Mbak Sri
seperti ini......."
"Boleh, Massss.... saya juga siap kok melayani Mas Har setiap hari..... kecuali hari
Minggu tentunya.... . Ibu dan Mbak-mbak kan ada di rumah kalau Minggu...."
Mas Har melepaskan kontolnya dari lubang nonokku, aku segera mengambil posisi
terlentang, dan Mas Har pun merebahkan dirinya di sisiku....
Jam dinding sudah menunjukkan jam 10.40...... sambil berpelukan dan berciuman
erat, kutarik selimut untuk menutupi tubuh telanjang kami berdua... dan kami pun
tertidur sampai siang.....
Sudah hampir jam setengah-dua ketika aku terbangun, pantes perutku rasanya
lapar sekali. Mas Har masih belum melepaskan pelukannya sedari tadi, rasanya dia
tidak ingin melewatkan saat-saat nikmat yang sangat langka ini, bisa seharian
bersenggama dengan bebasnya. Kucium bibirnya untuk membangunkan lelaki
kesayanganku ini,
"Mas sayaaang, bangun yook, kita makan siang. Nanti abis makan kita bercinta lagi
sampai sore...."
"Mmmm..." Mas Har menggeliat, "sudah jam berapa, istriku?"
"Setengah-dua, suamikuuuu.. ...", jawabku genit....
"Makan-nya di ruang makan, yok Mas, nggak usah pakai baju nggak apa-apa, kan
pintu-pintu dan korden-korden sudah Mbak Sri tutup tadi...."
Dengan bugil bulat, kami berdua bangun dan berjalan ke ruang tamu, sambil Mas
Har menggendong/ mengangkatku ke ruang tamu.
"Edhian tenan, koyok penganten anyar wae....." kataku dalam hati.... ("gila benar,
seperti pengantin baru saja")....
Selesai makan siang, Mas Har kembali menggendongku ke kamar, sambil kuelus-
elus kontol Mas Har yang sudah mengeras seperti batang kayu lagi.....
Direbahkannya diriku dengan hati-hati di atas ranjang cinta kami. Aku segera
mengambil posisi memiringkan tubuh ke kanan, supaya Mas Har juga mengambil
posisi miring ke kiri, sehingga kami berhadap-hadapan. ...
"Mas sayaaang, kita senggama dengan posisi miring seperti ini, ya....., lebih terasa
lho gesekan kontol Mas Har di dalam nonok Mbak Sri nanti," ajakku untuk
membangkitkan rangsangan pada Mas Har....
Kami tetap berposisi miring berhadap-hadapan sambil berciuman kuat dan mesra.
Kali ini Mas Har lebih aktif mencium seluruh wajah, tengkuk, belakang telinga, leher,
terus turun ke bawah, payudara-kiriku kuisap-isapnya, sementara yang kanan
dipilin-pilinnya lembut.....
Rangsangan ini segera membangkitkan birahiku. Mulutnya bergerak kagi ke bawah,
ke arah pusar, dijilatinya dan ditiupnya lembut, kembali aku mendesah-mendesis
nikmat, sambil jari tangannya mengobok-obok lembut lubang nonokku, mengenai
itilku, menimbulkan kenikmatan yang hebaaaat..., kukejangkan seluruh tubuhku,
sampai pingganggku tertekuk ke atas, serrrrrr.... kubasahi tangannya yang lembut
dengan semburan cairan hangat yang cukup deras dari nonokku...
"Mas, masukkan sekarang, Masssss..... Mbak Sri udah nggak tahaaaannnn. .....",
pintaku manja.....
Tetap dengan posisi miring-berhadapan, kubuka selangkanganku tinggi-tinggi,
kugenggam kontolnya dan kusorongkan lembut ke lubang kenikmatan.. ...
"aaaaahhhhhh. ......" lenguhan kami kembali terdengar lebih seru.... Kontol Mas Har
baru masuk setengahnya dalam nonokku, dimajukannya lagi kontolnya, dan
kumajukan pula nonokku menyambut sodokannya yang mantap-perkasa. ....
"Mas sayaaaang... maju-mundurnya barengan, ya.....", ajakku sambil mengajari
teknik senggama yang baru, kunamakan gaya ini "Gaya Miring", dengan gaya ini
kami berdua bisa sama-sama goyang, tidak sepihak saja.....
Kami maju dan mundur bersamaan tanpa perlu diberi aba-aba.... rasanya lebih enak
dibandingkan pria di atas wanita di bawah.... Kulihat Mas Har merem-melek,
demikian juga dengan diriku, kontol Mas Har dengan irama teratur terus
menghunjam-mantap berirama di dalam liang sempit Asri..... nonokku mulai
tersedut-sedut lagi, tanda akan mengeluarkan semburan hangatnya... ..
"Aduuuuhhhh, Maaaaassssss, enaaaaakkkkkkk. .......", aku agak berteriaksambil
mendesis.... ...
Air mani Mas Har belum juga muncrat, luarbiasa kuatnya kekasihku ini.....
"Ganti gaya, Maaaasssss.. .. cabut dulu sebentar.... ." ajakku lagi, sambil kuputar
tubuhku, tetap pada posisi miring membelakanginya, Mas Har memelukku kuat dari
belakang, sambil meremas lembut kedua tetekku, kuangkat kakiku sebelah, dan
kuhantar lagi kontolnya memasuki nonokku..... .
"aaaaaaaaahhhhhhhhh hh.... enak, Mbak Sriiiiii.... ..., gesekannya lebih terasa dari
yang tadiiiiii... .." Mas Har mendesah nikmat.....
Kali ini aku hanya diam, sedang Mas Har yang lebih aktif memaju-mundurkan
kontolnya yang belum muncrat-muncrat juga air-maninya. .....
Sudah jam setengah-tiga, hampir satu jam dengan dua gaya yang baru ini......
"Mbak Sri, siap-siap yaaa.... rudalku hampir nembak...."
Kupeluk erat guling, dan Mas Har semakin mempercepat irama maju-mundurnya.
.....
"Aaah, aaah, aaahh...." Mas Har mendesah sambil mengeluarkan air maninya
dengan tembakan yang kuat-tajam-kental bagai melabrak seluruh dinding-dinding
rahimku..... setrumnya kembali menyengat seluruh kujur tubuhku.....
"Aaaaaaaa... ......" aku berteriak panjaaaanng sambil kusemburkan juga air
nonokku..... .
Tenaga kami benar-benar seperti terkuras, getaran cinta kami masih terus terasa.....
tanpa melepaskan pelukan dan juga kontolnya, masih dengan posisi miring, kami
tertidur lagi beberapa menit... sampai semua getaran mereda......
Jam tiga sudah lewat.... berarti masih bisa satu ronde lagi sebelum Ibu Sum dan
kakak-kakaknya pulang dari kerja.....
"Mas, bangun, Mas.... sudah jam tiga lewat..... saya kan mesti membereskan kamar
ini, mandi dan berpakaian sopan seperti biasanya bila ada Ibu....."
"Mandi bareng, yok..... di sini aja di kamar mandiku, ada air hangatnya kan?"
ajaknya....
Dicabutnya kontolnya dari lobang nonokku yang sudah kering, aduuuhhhh
enaknya..... . Aku pun segera bangun dan menarik tangannya, Mas Har bangkit dan
memelukku, menciumku, menggelitiki tetek dan nonokku, kembali birahiku naik.....
Sampai di bawah kran pancuran air hangat, kami berdua berpelukan, berciuman,
merangkul kuat.... Dengan posisi berdiri kembali kontol Mas Har mengeras bagai
batu, segera kurenggut dan kugenggam dan kumasukkan lagi ke nonokku. Dengan
tubuh basah disiram air hangat dari pancuran, dan tetap dengan berdiri, kami
bersenggama lagi...... bagai geregetan, Mas Har kembali menggerakkan kontolnya
maju-mundur, sementara aku bagai menggelepar memeluk erat tubuhnya yang
perkasa.....
"Mas, sabunan dulu, ya sayaaaanggg. ...", tanpa melepaskan kedua alat kelamin
kami, kami saling menyabuni tubuh kami, khususnya di bagian-bagian yang peka-
rangsangan. ...
"Lepas dulu, ya sayaaanggg.. .. kuambilkan handuk baru untuk kekasihku... ..", Mas
Har melepaskan tusukannya, menuju lemari pakaian, dan diambilnya dua
handuk baru, satu untukku satu untuknya... Selesai handukan, aku bermaksud
mengambil dasterku untuk berpakaian, karena kupikir persenggamaan hari ini sudah
selesai.....
"Eiittt, tunggu dulu, istriku..... Rudalku masih keras nih, kudu dibenamkan lagi di
liang hangat cinta kita......"
Edhiaaan, mau berapa kali aku orgasme hari ini..... kuhitung-hitung sudah 12 kali
aku menyemburkan air nonok sedari pagi tadi...
Aku mengambil posisi sederhana, terlentang menantang... biar Mas Har menindihku
dari atas.....
Kami bersenggama lagi sebagai hidangan penutup..... dengan "Gaya Sederhana"
pria diatas wanita dibawah, melambangkan kekuatan pria yang melindungi
kepasrahan wanita.... Mas Har terus menggoyang kontolnya maju-mundur. ....
Kembali aku akan mencapai puncak lagi, sedang Mas Har masih terus dengan
mantapnya maju-mundur begitu kuat.....
"Mas Har, Mbak Sri sudah mau keluar lagiiiiii... ...", kukejangkan kedua kakiku dan
sekujur tubuhku.....
"Mbak, aku juga mau keluar sekarang.... ..", dalam waktu bersamaan kami saling
menyemprotkan dan memuncratkan cairan kenikmatan kami masing-masing. .....
"Enaaaaaaaaaaakkkkk kk, Mas Haaaaaarrrrrr. ......"
"Puaaaaassssss, Mbak Sriiiiii.... ......"
Mas Har langsung ambruk di atas ketelanjanganku, waktu sudah hampir jam
emapat..... semua sendi-sendiku masih bergetar semuanya rasanya.....
"Mas, sebentar lagi Ibu pulang, Mbak Sri mau siap-siap dulu ya, sayaang..."
Mas Har segera bangkit sekaligus mencabut kontolnya... . "
ari ini adalah hari yang paling luar-biasa dalam hidupku, Mbak Sriii... Bagaimana aku
akan sanggup melupakannya? "
Kupakai dasterku, kukecup lagi kedua pipi dan bibir Mas Har.... segera aku lari
menuju kamarku, membersihkan air mani Mas Har yang masih menetes dari lubang
nonokku yang agak bonyok.....
Kukenakan celana dalam, rok dalam, beha, rok panjang, dan blus berlengan
panjang, rambut kusisir rapi, kusanggul rapi ke atas.... semua ini untuk
"mengelabui" Ibu Sumiati dan kedua kakak Mas Harianto, untuk menutupi sisi lain
kehidupanku sebagai seorang Ratu Senggama.*
More about →
RATU KAWEN N